suplemenGKI.com

Rabu, 14 Juni 2017

13/06/2017

Keluaran 19:14-25

 

Dahsyatnya Hadirat Allah

Pengantar:
Ketika kita mendengar atau menyaksikan suatu peristiwa atau kejadian yang spektakuler, maka kita akan berkata “wah dahsyat sekali atau luar biasa” Misalnya ketika kita melihat atau mendengar berita tentang meletusnya sebuah gunung berapi yang mengeluarkan bunyi dentuman yang begitu keras serta menyemburkan lahar panas yang menghanguskan apa saja yang terkena semburan lahar panas itu. Pertanyaannya, mengapa kita harus berkata “wah dahsyat sekali atau luar biasa” terhadap fenomena demikian? Karena kejadian atau fenomena itu terjadi di luar jangkauan kemampuan berpikir kita. Hari ini kita berjumpa dengan kedahsyatan hadirat Tuhan bagi umat Israel yang di luar jangkauan pikiran kita.

Pemahaman:

  1. Bagaimanakah wujud kedahsyatan hadirat Tuhan di tengah-tengah umat Israel?
  2. Bagaimana sikap yang benar untuk menyambut hadirat Tuhan yang dahsyat itu?
  3. Apakah tujuan hadirat Tuhan yang dahsyat itu bagi umat Israel?

Pada ayat: 16, 18-20 dijelaskan bahwa kedahsyatan hadirat Tuhan itu diwujudkan dalam bentuk: guruh, kilat, awan padat, bunyi sangkakala yang sangat keras, seluruh permukaan gunung Sinai ditutupi oleh asap dan Tuhan turun ke atas gunung Sinai dalam api yang asapnya membumbung seperti asap dari dapur dan seluruh perkemahan dan gunung Sinai itu gemetar dengan sangat. Kehadiran Tuhan di tengah-tengah umat-Nya benar-benar dahsyat.

Kemudian Musa membawa bangsa Israel keluar dari perkemahan mereka untuk menjumpai Allah dan berdiri di kaki gunung Sinai menghadap Allah. Apa yang dilakukan oleh Musa dan umat Israel itu adalah sebuah respon yang merupakan sikap “siap” menyambut hadirat Allah dalam hidup mereka. Tuhan memanggil Musa untuk mewakili umat Israel untuk menerima perintah atau Firman Tuhan. Firman Tuhan yang akan menuntun, mengarahkan dan sekaligus memperingati umat Israel agar mereka sungguh-sungguh mendengar dan hidup berpegang pada Firman Tuhan (19:5) Salah satu wujud mendengarkan Firman Tuhan dan berpegang pada perintah Tuhan adalah, mereka harus menjaga hidup kudus dan menghormati hadirat Allah dengan memahami batas-batas yang harus mereka taati sebagai wujud rasa hormat kepada Allah.

Refleksi:
Pernahkah saudara menghayati betapa dahsyatnya Allah kita? Bagaimana wujud kesadaran saudara atas kedahsyatan Tuhan dalam hidup saudara? Hidup kita seutuhnya adalah sesungguhnya merupakan wujud kedahsyatan Tuhan yang luar biasa, maka sepatutnyalah kita selalu mengucap syukur atas hidup ini dengan cara menghormati Tuhan melalui ketaatan dan kesetiaan kita beribadah dan melayani-Nya dengan tulus, setia dan tanpa pamrih.

Tekadku:
Tuhan, sesungguhnya aku masih belum sepenuhnya menyadari bahwa hidup yang aku hidupi ini adalah wujud kedahsyatan-Mu yang luar biasa. Ampuni atas ketidaksadaranku ya Tuhan.

Tindakkanku:
Selalu berjuang menghayati bahwa hidup ini, apapun keadaannya itu adalah karena kedahsyatan Tuhan yang luar biasa, maka aku harus selalu mengucap syukur pada Tuhan.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«