suplemenGKI.com

Rabu, 14 Juli 2010

13/07/2010

Mazmur 15

DOA DAN KEHIDUPAN PENDOA

Mazmur   ini merupakan bagian dari kumpulan nyanyian ibadah Israel.  Umat TUHAN biasa menyelenggarakan ibadah dalam bentuk nyanyian atau persembahan korban.  Jadi bagian ini dinyanyikan saat umat menyembah dalam ibadah kepada TUHAN;  sekaligus merupakan ungkapan doa umat di hadapan TUHAN.  Isi Mazmur ini berbicara tentang hidup yang diinginkan TUHAN.  Bahwa setiap orang percaya harus berusaha menjalankan segala ketetapan TUHAN dalam hidupnya sebagai ibadah yang berkenan.

  • Apa isi doa yang dilantunkan dalam pujian oleh pemazmur kepada TUHAN?  Ay. 1
  • Apa yang pemazmur pahami ttg hidup pendoa dengan isi dari doa?  Ay. 1
  • TUHAN seperti apakah yang pemazmur pahami sehingga ia mengawali doanya dengan mengatakan seperti di ayat 1?

RENUNGAN

Pemazmur sebagai pendoa pada perikop ini menampilkan sejumlah karakter yang layak di hadapan-Nya.  Kelompok karakter yang pertama (ay. 2-3) terdiri dari tiga positif:   tidak bercela, adil, dan mengatakan kebenaran dengan segenap hati (ay. 2), dan tiga negatif:  tidak menyebar fitnah, tidak berbuat jahat, dan tidak menimpakan cela (ay. 3).  Kelompok karakter yang kedua (ay. 4-5) terdiri dari dua positif: memandang hina orang yang tersingkir (dari hadapan Allah = orang yang menolak firman Allah) dan memuliakan orang yang takut akan Tuhan (ay. 4a),  dan tiga negatif:  tetap setia pada sumpah (yang teledor) walau rugi, tidak meminjamkan uang dengan bunga, dan tidak menerima suap (ay. 4b, 5). Orang yang berkarakter seperti di atas hidupnya berkenan kepada Tuhan (ay. 5b).

Mazmur ini menunjukkan kepada kita betapa erat hubungan antara doa dan kualitas hidup secara riil; antara ibadah dan melaksanakan kehendak-Nya.  Tidak ada doa dan ibadah yang benar kalau itu tidak dipersiapkan dan didukung hidup yang sesuai dengan kehendak Allah.  Seseorang bisa terlihat sangat rohani karena ibadahnya.  Tetapi siapakah dia sesungguhnya, perilaku yang terbuka dalam keseharian akan menjadi bukti.  Apakah perilakunya sama seperti yang tampak rohani dalam ibadahnya?  Belum tentu!  Pemazmur mengajak setiap orang   percaya  bukan hanya berdoa tetapi terpanggil untuk memastikan dirinya ‘layak’ di hadapan TUHAN;  dengan berusaha mempertanyakan dan memperbaiki hidup keseharian supaya makin selaras dengan apa yang diyakininya.  Di dalam doa, pendoa akan terus disadarkan betapa besar kemurahan kasih TUHAN yg mengampuni dan memberi kemampuan menjadi pribadi yang berkenan.

Bagaimana kehidupan doa dan ibadah kita kepada Tuhan?  Adakah kita masih setia berdoa?  Dan apakah kita masih hidup seperti yang kita harapkan dalam doa?  Kesungguhan ibadah Kristen terletak dalam kasih. Kasih harus mendukung ibadah kita dan sebaliknya, ibadah harus bermuara dalam kasih. Kasih Kristus harus selalu menjadi sumber pertobatan kita setiap kali kita datang menghadap-Nya dalam doa dan ibadah.

Kualitas hidup seorang pendoa haruslah sepandan dengan kebenaran  yang mendasari doa itu sendiri

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«