suplemenGKI.com

Perjumpaan yang Mengubahkan

Pertanyaan Penuntun Pemahaman Alkitab

  1. Ayat 20-22, 27b-29: Apa yang dilakukan Paulus setelah ia bertobat?
  2. Ayat 23-25, 29-30: Apakah akibat yang harus ditanggung Paulus karena semangatnya melakukan tugas barunya?
  3. Setelah mengetahui perubahan Saulus sehubungan dengan tugas barunya, maka teladan apa yang dapat Anda pelajari dari Saulus?
  4. Ayat 26-27: Selain tokoh Saulus yang ditonjolkan, juga ada nama Barnabas dalam bacaan kita. Apa yang bisa Anda teladani dari sikap Barnabas terhadap Saulus?

Renungan

Saulus dalam bacaan kita hari ini bisa dikatakan ‘OKB’ atau ‘Orang Kristen Baru’, apalagi ketika ia mulai bergabung dengan murid-murid lain dari Tuhan Yesus.  Tentu tidak mudah bagi Saulus untuk dapat diterima mereka, dan sebaliknya juga tidak mudah bagi kelompok para murid dan orang-orang Kristen untuk menerima Saulus pada saat itu.  Sehingga tidak heran bila muncul penolakan terhadap Saulus.  Beberapa dari mereka  meragukan keberadaan Saulus benar-benar sudah bukan ‘penganiaya’ orang Kristen lagi. Mereka sulit mempercayai Saulus.

Namun walaupun semuanya tidak mudah menerima Saulus, tetapi Saulus tidak menyerah dengan keadaan tersebut.  Ia tidak sibuk melakukan pembelaan diri dan hal-hal lain yang menunjukkan dirinya sudah berubah, kecuali dengan satu cara yaitu mengatakan dan memberitakan bahwa Yesus adalah Mesias, Anak Allah.  Semangatnya yang berkobar-kobar sudah cukup menjadi pembuktian bahwa perjumpaannya dengan Tuhan Yesus benar-benar sudah mengubahkan dirinya.  Sehingga apa yang dilakukan Saulus kemudian mendapat perlawanan dari orang-orang Yahudi yang tidak menyukai apa yang dilakukan Saulus.  Bahkan orang-orang Yahudi itu sudah berencana membunuh Saulus, tetapi Tuhan menyelamatkan Saulus melalui murid-murid yang lain.

Apa yang terjadi pada Saulus mengingatkan kita hari ini bahwa perjumpaan dengan Tuhan seharusnyalah membuat kita menjadi berbeda dan baru setiap harinya. Menjadi pribadi yang lebih baik, lebih bersemangat dalam mengikut Dia dan melayaniNya, menjadi antusias dan dekat dengan firmanNya.  Jika perjumpaan kita dengan Tuhan (melalui doa, firman, ibadah, dll) tidak mengubahkan kita, maka mungkin kita tidak serius berjumpa dengan Dia, tidak serius mendengarkan Dia, mungkin hanya sekadar ‘bertatapan sambil lalu’ dengan Tuhan kita.  Mari belajar dari kesungguhan Paulus mengikut Yesus.  Kesungguhan Paulus juga berhasil ditunjukkannya karena bantuan seorang saudara seiman yang bernama Barnabas, yang mengambil peran seperti Ananias (dalam renungan kita kemarin).  Saudara seiman yang mau mempercayai Tuhan sanggup menggubahkan orang dan sedia menerima keberadaan orang-orang ‘baru’ dengan tulus dan penuh kasih.

Perjumpaan dengan Tuhan selalu mengerjakan hal-hal yang indah dalam hidup kita

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*