suplemenGKI.com

EKSPRESI SUKACITA

Mazmur 98:4-9

 

Pengantar
Bersukacita atau dengan kata lain bahagia adalah menandakan bahwa seseorang dalam suasana hati yang baik. Di dalam Alkitab mengatakan bahwa sukacita sendiri tidaklah lepas kaitannya dengan iman, pengharapan dan kasih. Jika seseorang telah merasakan kasih Tuhan maka ia akan merasakan sukacita. Sukacita itu adalah wujud dari iman dan bisa diungkapkan atau diekspresikan dengan berbagai cara. Mari kita renungkan! 

Pemahaman

  • Ayat 4     : Mengapa pemazmur mengajak seluruh bumi untuk bersorak-sorai bagi Tuhan?
  • Ayat 5-6 : Bagaimana cara pemazmur mengungkapkan rasa sukacitanya?
  • Ayat 7-9 : Apakah tujuan pemazmur untuk bersukacita?

Ada 3 kata ajakan untuk bersukacita yang dinyatakan oleh pemazmur di ayat 4 ini: ‘bersorak-sorailah’, ‘bergembiralah’, dan ‘bermazmurlah’. Hal ini menegaskan bahwa bukan sukacita biasa yang dirasakah oleh pemazmur, sorak-sorai yang dimaksud bukan sekedar ungkapan emosi tapi ungkapan sukacita ini merupakan ungkapan iman yang hidup di tengah-tengah orang percaya. Rasa sukacita yang sanggup memberikan kekuatan dan semangat untuk mengubah hidup seseorang dalam menjalani kehidupan sehari-hari dan juga menyambut masa yang akan datang.

Rasa sukacita ini bisa dirasakan oleh pemazmur karena bukan hanya karena perbuatan-perbuatan ajaib Allah di masa lalu, tetapi karena karya Allah penyelamatan Allah di masa yang akan datang. Dia akan datang untuk menghakimi bumi dengan keadilan dan bangsa-bangsa dengan kebenaran. Karena itulah ia mengungkapkan sukacita dengan berbagai macam cara yaitu bersorak-sorai memuliakan nama Tuhan dan selalu bergembira. Dengan mengingat dan mensyukuri kasih Tuhan itu akan berdampak pada pengharapan pada masa depan dan memberi kekuatan dan semangat untuk melangkah menjalani setiap kehidupan.

Ekspresi sukacita dari Tuhan ini tidak akan terpengaruh oleh keadaan yang ada di sekitar. Karena sukacita ini bersumber di dalam hati yang telah merasakan kasih Tuhan, sehingga meskipun dalam keadaan yang tidak baik, kesulitan atau bahkan terpuruk pun sukacita itupun tetaplah ada. Karena sukacita itu bisa diungkapkan dalam sikap hidup yang penuh dengan pengharapan bahwa keadilan dan kebenaran pasti akan datang di tengah-tengah umat-Nya.

Refleksi
Renungkanlah: Sudahkah rasa sukacita itu lahir di dalam hati saudara. Sukacita yang bersumber dari hati yang merasakan kasih Tuhan. pasti tidak akan terpengaruh oleh keadaan, tetapi justru akan membawa kita pada pengharapan.

Tekadku
Ya Tuhan, tolong saya untuk bisa benar-benar merasakan sukacita karna kasih-Mu di dalam hati saya, sehingga dalam keadaan yang sulit sekalipun, saya tetap bisa mengungkapkan rasa syukur dan sukacita itu.

Tindakanku
Saya akan mengungkapkan rasa sukacita saya dengan menyanyikan lagu Berlimpah Sukacita Di Hatiku PKJ 216 dengan sepenuh hati.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*