suplemenGKI.com

Rabu, 13 Maret 2019

12/03/2019

TERANGKU, KESELAMATANKU, BENTENG HIDUPKU

Mazmur 27:1-3

 

Pengantar
Seorang anak berusia 4 tahun sedang bepergian ke suatu tempat bersama ayahnya dengan kereta api sebagai alat transportasi. Sang anak terlihat sangat menikmati perjalanan. Ia tampak menikmati pemandangan dari jendela. Namun ketika kereta yang ditumpanginya melewati sebuah terowongan yang gelap, anak ini pun menjadi takut. Tetapi sang ayah berusaha menenangkannya dan berkata bahwa mereka akan baik-baik saja. Hingga akhirnya sang anak pun kembali tenang. Saudara, ada kalanya kita diperhadapkan pada situasi yang membuat kita merasa cemas dan takut. Semakin kita menutup diri dari ketakutan yang ada, justru hati kita semakin gelisah. Bacaan hari ini mengingatkan kepada kita bahwa Tuhan selalu hadir menyelamatkan dan memberikan kita perlindungan yang tanpa batas. Marilah merenungkannya.

Pemahaman

  • Ayat 1             : Mengapa pemazmur mengatakan bahwa Tuhan adalah terangku, keselamatanku, dan benteng hidupku?
  • Ayat 2-3         : Apa wujud perlindungan yang Tuhan nyatakan dalam diri pemazmur?

Mazmur 27 merupakan mazmur yang ditulis oleh Daud. Daud merasakan dan meyakini bahwa Tuhan selalu hadir dan menolongnya. Oleh karena itu ia berkata bahwa  Tuhanlah terang, keselamatan, dan benteng hidup. Pemazmur mengatakan demikian bukanlah tanpa alasan. Dengan terang-Nya, Tuhan telah menuntun Daud dan seluruh umat Israel ketika mengalami keraguan. Keselamatan yang Tuhan berikan, membuat Daud dan seluruh umat Israel merasa aman dan tenang. Bahkan dengan kehadiran Tuhan, Sang Benteng Hidupnya, ia merasakan perlindungan yang kokoh ketika jiwanya  rapuh, lemah tak berdaya menghadapi musuh.

Oleh karena Daud merasakan perlindungan yang kuat dari Tuhan, Daud tidak menjadi takut dan panik.  Hal ini dibuktikan dengan kepercayaannya yang teguh kepada Allah ketika ia diserang dan dikepung oleh para penjahat yang merupakan musuh-musuhnya. Mereka yang berusaha menyerang  dan menghabisi nyawa Daud, justru jatuh dan tergelincir. Daud tak gentar. Ia mau mempercayakan hidupnya kepada Allah, karena ia sendiri menyaksikan bagaimana Tuhan yang berperang untuknya. Daud menyadari bahwa tanpa pertolongan Allah, ia telah binasa di tangan musuh. Ia tak ingin mengandalkan pertolongan manusia, karena pertolongan manusia sangatlah terbatas. Ia hanya menaruh kepercayaan yang utuh kepada Tuhan, sebab Dialah yang selalu hadir menuntun, menopang, dan memberikan perlindungan yang tanpa batas.

Refleksi
Pejamkan mata saudara, ingatlah dan renungkan: kapan saudara terakhir kalinya mengalami situasi yang membuat tertekan dan rapuh? Sikap apa yang saudara ambil ketika mengalami tekanan itu? Berharap kepada Tuhan yang adalah terang, keselamatan, dan benteng hidup kita atau berharap kepada manusia?

Tekadku
Tuhan, ajarlah aku untuk  selalu  mengandalkan-Mu dalam segala hal. Biarlah aku senantiasa berseru dan memohon pertolongan hanya kepada-Mu.

Tindakanku
Sebagai orang yang telah merasakan perlindungan yang kokoh dari Tuhan, hari ini aku akan mendatangi salah seorang saudara seiman yang mengalami pergumulan untuk berbagi tentang cinta kasih Tuhan dalam hidupku dan mendoakannya.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«