suplemenGKI.com

Rabu, 13 Maret 2013

12/03/2013

TUHAN YANG TERUTAMA DALAM HIDUP

 

FILIPI 3 : 4b – 14

 

Pengantar
Banyak hal yang sering menjadi kebanggaan dan dikejar-kejar oleh banyak orang, baik itu status sosial, jabatan, profesi, kepandaian, kekayaan, maupun popularitas. Demi memperoleh kebanggaan tersebut maka orang lantas ‘mengorbankan’ apa saja. Tentu tidak semua kebanggaan itu bersifat negatif, tapi jika kebanggaan itu menjadikan hidup kita makin tidak mencerminkan kepercayaan atau iman kita, bahkan menjadikan kebanggaan itu yang terutama dalam hidup kita, maka tentu ada yang perlu kita benahi dalam hidup ini.

Pemahaman
Ayat 4b – 7           :  Apakah yang dahulu dipandang sebagai keuntungan (kebanggaan) bagi Rasul           Paulus ?

Ayat 8 – 11           :  Apakah yang selanjutnya dipandang lebih mulia dari semua itu ?

Ayat 12 – 14         :  Bagaimana cara atau proses yang dipilih Rasul Paulus untuk memperoleh hal yang

dipandang berharga tersebut ?

Sebelum berjumpa secara pribadi dengan Kristus (ditangkap oleh Kristus), Rasul Paulus menyatakan bahwa hal-hal lahiriah dalam kepercayaan atau ritual beragama yang kaku (ayat 4b – 6) sebagai keuntungan atau sebagai hal yang penting dalam hidupnya (ayat 7). Dalam hal ini ritual atau simbol-simbol agama menjadi yang dibanggakan secara harfiah, dan bukan pada upaya memberlakukan nilai-nilai keimanan sejati dalam ajaran agama.

Adapun yang dipandang lebih mulia oleh Rasul Paulus (ayat 8) adalah pengenalan akan TUHAN YESUS Kristus, dan oleh karena itu ia rela melepaskan semua hal keuntungan atau kebanggaan di atas, dan berfokus pada kepercayaan kepada Kristus dan kuasa kebangkitan-NYA. Jadi tidak lagi mengandalkan kebenaran diri karena mentaati hukum Taurat, tetapi pada kebenaran yang ALLAH anugerahkan berdasarkan kepercayaan (ayat 9), bahkan tidak hanya rela melepaskan semua keuntungan lahiriah dan kebanggaan lahiriah, namun juga bersedia menjadi serupa dalam penderitaan dan kematian Kristus (ayat 10 – 11), dalam hal ini kita menemukan nilai dan makna pengorbanan yang benar.

Cara atau proses yang dipilih Rasul Paulus adalah bukan dengan menganggap dirinya telah memperolehnya, apalagi secara sempurna tapi dengan terus-menerus berlari ‘mengejar dan menangkap’ pengenalannya akan Kristus, dengan pandangan yang tertuju pada apa yang di hadapannya dan melupakan apa yang telah dibelakangku (ayat 12 – 13). Jadi tidak merasa sudah selesai (finish) tapi dalam proses terus berlari (bergiat) menuju tujuan, yaitu panggilan Surgawi dari ALLAH (ayat 14).

 

Refleksi

  • Renungkanlah: Apakah yang menjadi keuntungan atau kebanggaan bagi diri kita dalam hidup ini? Apakah kita dapat menyanyikan lagu “YESUS yang Termanis buat Jiwaku” dengan penghayatan yang benar ? Coba lakukan dan rasakan.
  • Jika selama ini kita telah merasa cukup puas dengan pengenalan dan kepercayaan kita kepada Kristus, maka marilah kita kembali berusaha makin memperolehnya.

 

Tekadku
Menjadikan TUHAN sebagai yang terutama dalam hidupku, bukan secara lahiriah tapi dalam pengenalan dan kepercayaan yang makin baik. Hidupku bukan untuk mengorbankan orang lain, tapi sedapat mungkin berkorban bagi orang lain menuruti teladan Kristus.

 

Tindakanku
Mengoreksi berbagai kebanggaanku sebagai seorang kristen, terutama dalam pemakaian berbagai atribut bersimbol kekristenan jika tidak seturut dengan pengenalanku akan kehidupan Kristus.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«