suplemenGKI.com

Rabu, 13 Juni 2012.

12/06/2012

Bacaan : Mazmur 92 : 1-5 ; 13-16.

BERSYUKUR KEPADA TUHAN, ITU BAIK

Mazmur 92 ini merupakan salah satu nyanyian hari sabat. Tradisi Yahudi mengenal tujuh mazmur yang dinyanyikan setiap hari, dinyanyikan menurut urutan berikut, yaitu Mazmur 24, 48, 82, 94, 81, 93 dan 92. Mazmur 92 dinyanyikan  pada pembukaan  perayaan sabat yang dimulai pada hari jum’at sore setelah matahari terbenam.

Pertanyaan penuntun.

  1. Bagaimana pemazmur mengungkapkan sukacitanya ? [2]
  2. Mengapa pemazmur perlu menyanyikan, nyanyian syukur ?
  3. Bagaimana pemazmur menyanyikan nyanyian syukur ?
  4. Bagaimana seharusnya kita bersyukur kepada Tuhan ?

RENUNGAN.

Dalam bait pembukaan  pemazmur  mengatakan bahwa, “adalah baik untuk menyanyikan syukur kepada Tuhan. Pemazmur mengungkapkan hal ini untuk mengekspresikan pengakuan dan perasaan religiusnya yang sangat dalam dan nyata. Betapa indah dan sepantasnya memuji Tuhan serta bersyukur kepadaNya.  Kedekatan pemazmur dengan Tuhan menjadikan  pemazmur semakin menghayati Kasih setia Tuhan yang senantiasa dirasakan baik pada pagi hari maupun malam hari. Setiap hari pemazmur terus merasakan kebaikan Tuhan, sedikitpun hidupnya tidak pernah lepas dari kebaikan Tuhan. Segala macam kejadian dalam hidupnya, baik suka maupun duka, sehat maupun sakit, kaya maupun miskin , menderita atau sejahtera selalu dipahami bahwa Tuhan selalu campur tangan memberi kekuatan, perlindungan, pertolongan bahkan dalam keadaan yang tidak baik sekalipun pemazmur merasakan bahwa Tuhan itu sangat peduli kepadanya.

 Oleh sebab itu Pujian dan ucapan syukur menjadi unsur pokok dalam kehidupan pemazmur untuk mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada Tuhan. Ia menyanyikan nyanyian syukur kepada Tuhan dengan iringan gambus sepuluh tali dan kecapi. Rasa sukacita terus mengalir dalam jiwa, kasih Tuhan yang luar biasa terus dirasakan, ucapan syukur kepada Tuhan terus terucapkan.
Apa yang telah dialami oleh pemazmur sebenarnya juga kita alami juga dalam kehidupan kita sehari-hari. Namun cara memaknai setiap peristiwa dalam kehidupan ini berbeda. Jika pemazmur memaknai bahwa setiap peristiwa kehidupan selalu ada campur tangan Tuhan maka kita memaknai bahwa segala sesuatu yang terjadi dalam kehidupan kita terjadi secara kebetulan saja.  Untuk itulah marilah kita belajar seperti pemazmur yang memaknai bahwa dalam setiap peristiwa kehidupan, Tuhan selalu campur tangan di dalamnya. Sehingga kita bisa menjadi pribadi yang mengucap syukur kepada Tuhan. Bagaimana dengan anda ? apakah anda adalah pribadi yang memaknai bahwa setiap peristiwa dalam hidup ini ada campur tangan Tuhan ? apakah anda adalah pribadi yang selalu mengucap syukur ? amin.

 

“Pribadi yang selalu  mengucap syukur merupakan tanda bahwa seseorang telah dewasa secara rohani”.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«