suplemenGKI.com

“Kebodohan Pemujaan Patung dan Panggilan Allah bagi Orang Percaya”

Pertanyaan Penuntun Pemahaman Alkitab

  1. Mengapa pemujaan patung dikatakan sebagai kebodohan? Bagaimana Alkitab memberikan penjelasan mengenai hal ini? (ayat 9, 15-20)
  2. Meski membuat patung merupakan suatu kebodohan, mengapa orang-orang itu tetap saja mengerjakannya.  Apa yang Alkitab katakan tentang keadaan mereka?  (ayat 9b, 18-20)
  3. Jika memang demikian keadaan mereka, lalu apa yang dapat Anda lakukan sebagai hamba-hamba Allah dalam menghadapi para pemuja patung pada masa sekarang ini?

Renungan

Bacaan hari ini menceritakan mengenai para pembuat patung dan para penyembah patung. Alkitab menyebut segala prilaku mereka ini sebagai bentuk kebodohan.  Beberapa argumentasi yang kita dapatkan dari bacaan kita, diantaranya adalah: (a) ayat 9, patung-patung yang disembah itu tidak mendatangkan faedah, sehingga para pembuat dan pemujanya hanya akan mendapatkan malu; (b) ayat 15-20, beberapa bahan yang digunakan untuk membuat patung atau ‘allah’ mereka ternyata juga digunakan untuk tujuan-tujuan yang lebih rendah, yaitu untuk kepuasan manusia/pembuatnya itu sendiri.  Misalnya seperti kayu dan besi: digunakan untuk memanaskan diri pembuatnya dan membakar roti dan daging yang akan dimakan oleh para pembuatnya sebab mereka kelaparan. Dengan kayu yang sama (sisa bahan), para pembuatnya itu kemudian membentuknya menjadi ‘allah’ dan mereka menyembahnya serta berkata “Tolonglah aku, sebab engkaulah allahku!” (ayat 17).

Alkitab menunjukkan kepada kita bahwa semua itu terjadi karena mereka, para pembuat dan pemuja patung itu telah tertutup mata dan hatinya, sehingga mereka tidak mengerti apa-apa. Dan dia yat 19 disebutkan bahwa tidak ada yang mempertimbangkan, tidak ada yang cukup pengetahuan dan pengertian untuk berani menjelaskan kepada mereka. Mereka bukan perlu ditertawakan atas kebodohan mereka.  Tetapi mereka perlu diselamatkan jiwanya.

Kondisi yang sama juga terjadi hingga masa sekarang.  Kita, orang Kristen dikelilingi oleh mereka yang belum percaya kepada Allah dan tetap melakukan pemujaan terhadap patung ataupun ilah dalam bentuk yang lain.  Adalah keprihatinan bagi kita menyaksikan ketidakmengertian mereka. Oleh karena itu, tugas kita adalah memberitahukan kepada mereka tentang Kebenaran. Sudahkah kita mau berdialog dengan mereka? Atau selama ini kita hanya menjaga jarak dan menertawakan mereka dari kejauhan, tanpa mau mengambil andil apa-apa dalam usaha ‘menyelamatkan jiwa mereka’ dari kebinasaan.  Memang hanya Allah yang dapat menyelamatkan mereka, tetapi jalan untuk mereka mengenal Allah kita, bisa jadi telah Allah siapkan melalui Anda. Karena itu, coba pikirkan dan lakukanlah apa yang bisa Anda lakukan hari ini bagi mereka.

Kebodohan orang yang belum mengenal Allah bukan untuk ditertawakan dan diperbincangkan. Allah memanggil kita menjadi jawaban dan pengetahuan bagi mereka

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*