suplemenGKI.com

Ku Tak Akan Menyerah

Pada bacaan hari ini kita akan melihat bagaimana nabi Yesaya dan bangsa Israel mengekspresikan pengharapannya akan penggenapan janji keselamatan dari Allah.

  1. Ayat 6-7:  Apa yang menjadi tugas pengintai-pengintai di atas tembok-tembok Yerusalem? Apa yang dinantikan oleh bangsa Israel?
  2. Ayat 8-9: Mengapa mereka menantikannya dengan sedemikian antusias?
  3. Ayat 6-7; 10-12: Bagaimana mereka menjalani hidup mereka dalam masa penantian datangnya keselamatan? Usaha-usaha apa yang mereka lakukan untuk menyambut datangnya keselamatan dari Allah?
  4. Melalui syair nabi Yesaya ini, apa yang bisa Anda teladani tentang bagaimana menjalani hidup sebagai orang-orang yang sudah diselamatkan oleh Allah dan sedang menantikan penggenapan keselamatan penuh pada saat kedatangan Kristus yang kedua kalinya?

Renungan

Begitu pastinya penggenapan janji keselamatan itu bagi bangsa Israel, sehingga mereka menanti-nantikannya dengan sedemikian rupa, bak pengintai yang berjaga-jaga.  Walau mereka belum tahu kapan Tuhan akan menyelamatkan, tetapi mereka tidak kehilangan kepercayaan dan pengharapan akan janji tersebut. Mereka percaya bahwa jika Tuhan sendiri yang telah bersumpah, maka tidak akan ada yang perlu diragukan lagi. Sepanjang hari, sepanjang malam mereka tidak berdiam diri.  Mereka ‘mengingatkan Tuhan kepada Sion” adalah gambaran kerinduan mereka yang begitu mendalam dan diwujudkan dalam permohonan doa siang dan malam. Melalui doa dan permohonan yang tak henti itulah mereka berharap Tuhan segera menggenapi janjiNya (ay. 6-7).  Dan bukan hanya itu, mereka juga ‘berjalan melalui pintu gerbang’, berjalan menurut ketentuan Allah sehingga kelak pada saat keselamatan itu datang, orang akan menyebutkan mereka bangsa yang kudus, umat tebusan Tuhan, yang dicari oleh Tuhan dan tidak ditinggalkanNya.  Bangsa Israel telah menunjukkan sikap yang tepat dalam menyambut datangnya keselamatan yang dijanjikan.  Bagaimana dengan kita?

Peringatan Natal yang baru saja kita lewati mengingatkan kita akan kesetiaan Allah terhadap janjiNya, sama seperti yang sudah dinubuatkan oleh nabi-nabi Perjanjian Lama. Keselamatan itu digenapi dalam diri Yesus Kristus yang lahir dalam rupa manusia, menjadi tebusan orang-orang berdosa yang mau percaya kepadaNya, sehingga benar sekarang kita adalah orang-orang tebusan Tuhan seperti yang disebutkan di Yesaya 62:12.  Semua peristiwa ini menjadi bekal untuk kita tetap hidup dalam iman percaya, doa dan permohonan yang tiada jemu, dan hidup sesuai status kita yang baru ‘orang tebusan Tuhan’ dalam menjalani hidup yang sekarang dengan berbagai problematika yang ada. Berbagai persoalan yang melanda bangsa kita, keluarga kita, menjadi kesempatan untuk pergulatan iman kita dengan 3 (tiga) hal tersebut di atas, sama seperti pergulatan iman bangsa Israel dan nabi Yesaya. Akhir dari pergulatan iman kita akan nampak pada saat Kristus datang kedua kalinya untuk memberikan keselamatan secara sempurna dari semua ketidaksempurnaan hidup yang masih kita temui sekarang.  Karena itu, jangan berdiam diri dan menyerah.

Allah setia dan peduli pada penderitaan umatNya, karena itu jangan menyerah!

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*