suplemenGKI.com

Mazmur 51

PENGAKUAN DOSA YANG LAHIR DARI HATI

 

Pengantar

Dalam hidup kita sehari-hari jika kita sadar bahwa telah berkata kasar kepada orang tua kita, penyesalan pun datang. Dan jika penyesalan itu disertai dengan hati yang hancur dan keberanian untuk mengaku salah serta memohon maaf, biasanya orangtua akan memberikan maaf. Berbicara tentang dosa terhadap Allah, maka seharusnya penyesalan dan sikap yang muncul akan jauh berbeda dengan jika berurusan dengan manusia. Dan kasih sayang serta keadilan Tuhan pun melebihi orangtua yang terbaik sekalipun di dunia ini, sehingga respon yang muncul terhadap orang yang berdosa pun akan berbeda tentunya.

Pemahaman

  • Ayat 5-8: Nabi Natan dalam Mazmur 51:2 menegur Daud setelah ia menghampiri Batsyeba, istri Uria orang Het. Bagaimana sikap Daud setelah disadarkan akan dosanya?
  • Ayat 9-14:  Apa yang menjadi permohonan Daud kepada Allah?
  • Ayat 15: Apa yang akan Daud lakukan sebagai bukti pertobatannya?

Belajar dari kesalahan Daud, maka setiap kita harus terus mengasah kepekaan terhadap dosa dan pelanggaran atau kesalahan ‘kecil’ yang kita lakukan, yang seringkali disepelekan orang dan tidak dianggap sebagai dosa.  Ini penting agar kita tidak menuai akibat yang fatal dari dosa yang kita biarkan berlarut-larut.

Setelah kita menelaah dan menyadari keberdosaan kita, sepatutnyalah kita meneladani Daud yang terus memikirkannya dengan perasaan hancur. Kita mohon anugerah pengampunanNya, kita mohon disucikan dengan pengorbanan darah Yesus dan agar pintu perkenan Allah tetap terbuka bagi kita.

Dan pengakuan dosa yang tulus, tidak hanya berakhir dengan penyesalan dan derai air mata belaka, namun seperti Daud, ada perubahan hidup yang ditunjukkan sebagai bukti pertobatannya. Seperti Daud yang berjanji akan mengajarkan jalan-jalan Allah kepada orang lain serta berdoa syafaat bagi Sion dan Yerusalem agar tetap hidup memuliakan Allah

 

Refleksi

Ambilah waktu sejenak untuk memikirkan beberapa pertanyaan ini:
Seberapa rajinkah kita memeriksa hidup kita tetap ada dalam ketentuan Allah?

Seberapa jujurkah kita berani menyatakan pelanggaran kita terhadap firman Tuhan sebagai dosa?

Seberapa sungguh kita menunjukkan perjuangan kita untuk tobat, tidak melakukan kesalahan yang sama setelah kita mengaku dosa di hadapanNya?

 

Tekadku

Yesus Sang Penebus, ampunilah jika pengakuan dosaku selama ini tidak lahir dari hati yang tulus untuk menyenangkan hatiMu. Kini aku datang mengakui dosaku (sebutkan), memohon ampunanMu, dan mengucap syukur atas pengorbanan darah Yesus untuk hidupku.

 

Tindakanku

Menyebutkan dan mengerjakan 2 hal yang akan kuubah dalam hidupku, sebagai bukti pertobatanku.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*