suplemenGKI.com

BERHARAP KEPADA TUHAN

Mazmur 126:1-3

 

Pengantar
Beberapa orang memiliki kebiasaan yang khas dalam menanggapi warna-warni kehidupan. Misalnya, jika seseorang mengalami sukacita, mereka akan menunjukkan keceriaannya. Jika mengalami kesulitan, mereka akan cemberut dan lebih memilih untuk diam di rumah, tidak mau bertegur sapa dengan siapa pun, bahkan menghindar dalam persekutuan. Bagaimana dengan Saudara? Marilah kita merenungkannya.

Pemahaman 

  • Ayat 1 : Apakah pengharapan Sion?
  • Ayat 2 : Apakah respon Sion saat TUHAN memulihkan?
  • Ayat 3 : Bagaimanakah Sion mengekspresikan diri ketika datang pertolongan dari TUHAN?

Dalam Mazmur 126:1, Pemazmur mencoba untuk melihat kembali sebuah peristiwa masa lalu yang menyenangkan. Mengapa menyenangkan? Itu terjadi karena TUHAN telah memulihkan Sion, tetapi itu peristiwa yang terjadi di masa lalu. Peristiwa yang menyenangkan seringkali selalu terekam dalam ingatan, karena peristiwa yang menyenangkan membuat seseorang lupa akan segala kepahitan yang pernah terjadi. Namun, jika seseorang mengalami kembali peristiwa yang tidak menyenangkan, dia akan membayangkan keadaan pulih yang pernah dialami sebagai sebuah mimpi yang hendak ingin diraih kembali. Maka, itulah mimpi yang ingin dicapai oleh Sion.

Pemazmur mengingatkan kembali bahwa sukacita itu datangnya dari TUHAN, sehingga setiap umat diajak untuk kembali berharap kepada-Nya. Melalui peristiwa yang dirasakan oleh Sion, kita dibawa pada sebuah pengalaman sukacita sekaligus dukacita dan kita perlu mengingat kembali bahwa sukacita itu datangnya dari TUHAN. Ia tidak akan tinggal diam meninggalkan kita anak-Nya yang lemah dan tidak berdaya. Kita dapat berharap kepada TUHAN di tengah situasi apapun. Oleh sebab itu, mari kita berharap kepada TUHAN!

Refleksi
Dalam keheningan, ingatlah peristiwa hidup di masa lalu yang membuat Saudara menangis. Apakah Saudara ingat bahwa peristiwa itu telah berhasil Saudara lalui? Apakah dalam pergumulan hidup di masa kini, Saudara yakin bahwa TUHAN tidak menutup telinga-Nya untuk mendengar keluh kesah Saudara? Apakah Saudara selalu menaruh pengharapan kepada TUHAN?
Tekadku
BAPA, mampukanlah aku menghadapi setiap pergumulan hidupku dengan tetap berharap kepada-Mu. Kiranya Engkau membantu aku untuk mengingat pertolongan TUHAN dalam setiap dinamika kehidupan, dalam duka maupun suka. 

Tindakanku
Setiap bangun tidur, aku akan berkata, “ TUHAN-lah harapanku! Aku tidak akan takut!”

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*