suplemenGKI.com

Mazmur 116:1-11

 

“Tuhan mengokohkan Iman melalui Peristiwa Hidup”

 

Pengantar:
Setiap orang pasti mempunyai pengalaman hidup yang beragam. Ada pengalaman hidup yang menyenangkan, menyedihkan dan mengerikan. Seseorang pernah bercerita tentang pengalaman yang mengerikan ketika ia mengalami kecelakaan lalu lintas yang hampir saja merenggut nyawanya. Saat itu ia berpikir bahwa ia pasti sudah mati, karena begitu terjadi kecelakaan hanya dalam hitungan detik saja ia dalam keadaan sadar, selanjutnya ia kehilangan kesadaran bahkan sampai beberapa hari. Ketika ia sadar ia menangis sambil berulangkali berkata “terimakasih Tuhan saya masih hidup”. Setiap kali ada orang yang datang mengunjunginya baik ketika di rumah sakit maupun ketika sudah kembali ke rumahnya ia selalu mengulangi kalimat “Terimakasih Tuhan saya masih hidup” Bacaan hari ini juga mengungkapkan pengalaman pemazmur ketika hampir direnggut oleh maut.

Pemahaman:

  1. Ancaman maut seperti apakah yang pernah dialami pemazmur? (v. 1-3)
  2. Apa yang dilakukan pemazmur ketika terjadi pengalaman yang mengerikan? (v. 4-6)
  3. Apakah makna ungkapan-ungkapan pemazmur mulai v. 7-11 ?

Dalam ayat 3 menegaskan bahwa Pemazmur pernah mempunyai pengalaman yang mengerikan yang hampir merenggut nyawanya. Sekalipun tidak dijelaskan bentuk peristiwa yang dialami-nya, tetapi dari ungkapan “Tali-tali maut telah meliliti aku…dunia orang mati menimpa aku, aku mengalami kesesakan dan kedukaan” maka kita dapat memahami bahwa apa yang pernah dialami pemazmur itu pasti sangat mengerikan. Hal yang menarik adalah, ketika mengalami peristiwa yang sangat mengerikan, pemazmur menyerukan nama Tuhan sambil menunjukkan keadaannya yang: sederhana, sudah lemah dan tidak berdaya. Sebuah pengakuan tentang ketidakberdayaannya kepada Tuhan yang adalah penuh kasih dan penyayang. Pengakuan demikian menegaskan sikap iman yang benar dari pemazmur yang kemudian membuatnya semakin mengenal Tuhan yang selalu peduli kepadanya. Berangkat dari sikap iman yang demikian mengantar pemazmur memiliki ketenangan jiwa manakala harus berhadapan dengan peristiwa-peristiwa kehidupan yang sulit. Bahkan pemazmur kini memiliki keyakinan bahwa ia akan tetap melangkah melanjutkan kehidupan dengan tanpa ragu sekalipun harus berhadapan dengan peristiwa-peristiwa yang menindasnya. Pengalaman hidup bersama Tuhan membuatnya percaya bahwa apapun yang terjadi di depan semakin mengokohkan imannya bahwa Tuhan itu selalu peduli kepadanya.

Refleksi:
Mari kita merenung sejenak. Peristiwa apakah yang pernah saudara alami yang membuat saudara merasa sangat takut? Apa yang saudara lakukan ketika mengalami peritiwa tersebut?

Tekad:
Ya Tuhan, saya bersyukur kepada Engkau yang telah meluputkan saya dari peristiwa-peristiwa yang menakutkan.

Tindakan:
Belajar menjadikan setiap peristiwa hidup sebagai sarana untuk semakin mengokohkan iman kepada Tuhan.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*