suplemenGKI.com

Bacaan : Yakobus 3 : 1-5.

KUASA UNTUK MENGARAHKAN.

Ketika Rasul Yakobus menulis surat ini, rupanya  di gereja mula-mula, ada banyak orang yang  berebutan ingin menjadi pengajar [guru], sebab mungkin mereka tergiur oleh jabatan dan ingin di hormati, itu sebabnya ada banyak orang yang ingin jadi pengajar.

Menjadi pengajar itu baik, tetapi jangan lupa dengan tanggung jawab. Guru atau pengajar bukan hanya mengajar dan membagikan Firman kebenaran tetapi yang paling penting adalah tanggung jawab untuk mempraktikkan Firman Tuhan tersebut. Untuk itulah Yakobus mengatakan bahwa Guru/Pengajar akan dihakimi menurut ukuran yang lebih berat [ 3 : 1 ].

Pertanyaan Penuntun :

  1. Barangsiapa tidak bersalah dalam perkataannya, ia adalah seorang yang sempurna, [ayat 2 ]. Mengapa Rasul Yakobus mengatakan hal itu ? Hal penting apakah yang hendak Rasul Yakobus sampaikan kepada para pengajar Kristen ?
  2. Rasul Yakobus menggambarkan “Lidah” atau perkataan dengan apa ? [ ayat 3-4 ] Mengapa digambarkan demikian ?
  3. Apa persamaan antara kekang di mulut kuda dan kemudi kapal ?
  4. Pesan apa yang dapat kita peroleh dari bacaan kita hari ini ?

RENUNGAN

Pepatah mengatakan bahwa “memang Lidah tak bertulang”, artinya bahwa setiap orang bisa berkata-kata/mengatakan apa saja dengan mudah dan tanpa berpikir panjang bahkan sulit untuk dikendalikan.  Itu berarti bahwa setiap orang dapat saja mengatakan sesuatu yang salah tanpa disadarinya, karena  memang lidah tak bertulang. Oleh sebab itu Rasul Yakobus mengatakan “Barangsiapa tidak bersalah dalam perkataannya, ia adalah seorang yang sempurna”. Maksud Rasul Yakobus adalah bahwa setiap pengajar Kristen/guru yang dipercaya mengajarkan kebenaran Firman Tuhan harus mengajarkan dengan teliti dan jeli (mengontrol ajarannya, tidak berkata-kata ngawur). Karena semua yang diajarkan/dikatakan akan dipertanggungjawabkan dihadapan Tuhan.

Untuk itulah maka Rasul Yakobus menggambarkan kekuatan/kuasa lidah dengan : 1. Kekang pada mulut kuda. Kita mungkin pernah melihat  atraksi koboi dalam rodeo. Sang koboi sedang berusaha menjinakkan kuda liar, dan kuda liar itu akan berusaha melemparkan orang yang ada diatasnya, tetapi si koboi berupaya mengendalikan kuda dengan keahlian, ketrampilan dan keberaniannya dengan kekangnya. dengan kapal yang besar kemudi hanyalah bagian yang kecil namun bisa mengarahkan jalannya kapal yang besar.an kekan Ia harus menguasai tabiat kuda liar tersebut. 2. Kemudi kapal yang kecil. Jika dibandingkan dengan kapal yang besar kemudi hanyalah bagian yang kecil namun bisa mengarahkan jalannya kapal yang besar. Seorang jurumudi kapal harus waspada terhadap angin, arus, gelombang laut dan harus tetap mengendalikan kapalnya agar tetap terarah sebab jika tidak hati-hati akan mendatangkan celaka.

Lidah memiliki kekuatan/kuasa yang luar biasa besar dalam diri manusia yaitu kekuatan didalam diri manusia lama kita yang dipenuhi dengan hawa nafsu, kesombongan dan iri hati. Dan hal itu dapat mempengaruhi kehidupan kita. Oleh sebab itu kita harus menyadari bahwa lidah yang kecil dan tidak bertulang ini  harus dikendalikan.  Namun siapa yang mengendalikannya ? Tuhan Yesus Kristus, hanya Dia yang bisa menaruh kekang pada mulut kita, sehingga segala tutur kata kita akan menjadi berkat bagi orang lain. Bagaimana dengan saudara ? Sudahkah lidah Saudara dikendalikan oleh Kristus, sehingga tutur kata Saudara menjadi berkat ? Tuhan memberkati saudara.

 

“Selamat berjuang mengenakan kekang pada lidah kita, agar perkataan kita dapat terkendali”

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

1 Comment for this entry

  • Ester Simbolon says:

    terimakasih untuk renungannya, membantu saya untuk melayani. Tuhan Jesus memberkati kita semua, amin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*