suplemenGKI.com

Rabu, 12 Mei 2021

11/05/2021

KAYA DALAM KRISTUS

Efesus 1:15-23

 

Pengantar
Surat Efesus diawali dengan menjelaskan bagaimana Allah telah membangkitkan Kristus dan karya penebusan yang dinyatakan dalam kehidupan umat. Efesus 1:15-23 merupakan doa dan harapan rasul Paulus kepada jemaat di Efesus. Perikop ini dimulai dengan bagian pendahuluan, kemudian disusul doa untuk anggota-anggota jemaat supaya mereka mengerti kebesaran pekerjaan Allah dalam Kristus.

Pemahaman

  • Ayat 15-16    : Apa yang membuat Paulus mengucap syukur atas kehidupan jemaat di Efesus?
  • Ayat 17-21    : Apa yang diminta Paulus dalam doa dan harapannya kepada jemaat di Efesus?

Ayat 15 dan 16 dibuka dengan suatu pendahuluan, yaitu Paulus mengucap syukur karena telah mendengar tentang iman anggota jemaat di Efesus dalam Tuhan Yesus. Selain itu, ia juga bersyukur karena kasih mereka terhadap semua orang kudus, yaitu semua orang yang percaya kepada Kristus. Ucapan syukur atas iman dan kasih jemaat diarahkan kepada Allah, sumber segala kasih karunia. Mereka tidak mendiamkan kasih dari Allah, tetapi juga dibagikan pada orang lain. Inilah yang menjadi sukacita Paulus atas hidup jemaat Efesus: mereka kaya dalam iman dan kasih kepada Kristus.

Mendengar akan hal itu, Paulus menaikkan doanya bagi jemaat di Efesus. Dalam doanya, Paulus meminta satu hal saja, yaitu Pekerjaan Tuhan, baik dari pihak Allah dan manusia (ayat 17). Tanpa pekerjaan Roh Kudus, maka pengenalan Allah yang benar menjadi sesuatu yang tidak mungkin dapat dialami atau terjadi atas hidup manusia. Oleh karena itu, Paulus lebih lanjut mengatakan bahwa jemaat di Efesus membutuhkan ‘mata terang’, agar mereka mengerti pengharapan apakah yang terkandung dalam panggilan-Nya atas mereka. Sebagai anggota jemaat, mereka telah memiliki ‘mata hati’. Namun, mata hati itu membutuhkan terang. Hanya karena hikmat dan tuntunan Roh Kudus, maka jemaat di Efesus akan dimampukan untuk mengenal Allah dan hidup dalam pengharapan.

Refleksi
Kaya di dalam Kristus ketika iman, kasih, dan pengenalan kita kepada Tuhan makin bertambah. Hal ini pula yang hendaknya menjadi doa dan pengharapan kita kepada-Nya. Namun, ada kalanya kita berjumpa dengan tantangan yang dapat menghambat pertumbuhan iman, kasih, dan pengenalan kita pada Tuhan. Bagaimanakah sikap saudara ketika mendapati bahwa iman mulai mengalami kerapuhan oleh karena situasi dan kondisi yang tidak ideal? Apa sajakah usaha yang telah saudara lakukan agar pengenalan kepada Kristus makin bertambah? Saudara, mata hati kita hendaknya tidak meredup atau suram saat harus berhadapan dengan realita hidup yang keras. Kita membutuhkan hikmat dan pimpinan Tuhan agar berani dan mampu menyikapi berbagai situasi kehidupan.

Tekadku
Tuhan, ajarlah aku untuk tetap berjuang mempertahankan iman dan kasihku kepada-Mu. Berikanlah hikmat-Mu, agar aku dimampukan untuk melakukan berbagai disiplin rohani sebagai bekal dalam melanjutkan perjalanan kehidupan.

Tindakanku

  • Mulai hari ini, aku akan belajar untuk memperkaya pemahamanku tentang kekristenan melalui literatur rohani, baik dalam bentuk cetak atau elektronik.
  • Aku akan belajar untuk berani bertanya atau berdiskusi dengan salah seorang rekanku, tentang bagian Alkitab atau bahan perenungan yang belum dimengerti, agar pengenalan terhadap Kitab Suci makin bertambah.
Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«
Next Post
»