suplemenGKI.com

Rabu, 12 Juni 2019

11/06/2019

PERBUATAN IMAN

Roma 5 : 1 – 5 

Pengantar
Iman itu harus terwujud dalam semua aspek hidup kita. Tidak hanya dalam perkataan, pikiran, atau perasaan tapi juga dalam perbuatan. Dalam hal ini ada ungkapan atau istilah yang mungkin dapat menolong kita dalam melihat hubungan iman dan perbuatan, yaitu adanya ‘perbuatan iman’ yang mana dalam bagian Alkitab yang lain, kita mengenal hal yang serupa yaitu ‘buah Roh’. Ungkapan atau istilah ini menolong kita untuk melihat perbuatan dan iman sebagai dua hal yang tak bisa terpisah dalam kehidupan orang beriman, demikian juga dalam melihat adanya buah yang kita hasilkan dan kuasa Roh Kudus. Dengan menyatukan keduanya dalam suatu ungkapan atau istilah maka makin jelas bahwa apa yang kita perbuat atau hasilkan bukan karena kemampuan dan kekuatan kita, tapi karena iman kepada Kristus dan adanya pimpinan Roh Kudus, yang juga bisa kita lihat sebagai satu kesatuan, yaitu adanya Roh Kristus. Jadi marilah kita membaca surat Roma 5 : 1 – 5 untuk makin memahami adanya perbuatan iman, yang di dalam terkandung juga pikiran iman (baca: dalam hal bermegah).

Pemahaman
Ayat  1 – 2           :  Mengapa kita perlu beriman kepada ALLAH di dalam TUHAN YESUS Kristus?
Ayat  3 – 5           :  Apa yang perlu berproses dalam kehidupan iman kita?

Kita dapat hidup dalam damai sejahtera dengan ALLAH bukanlah karena sebuah pencapaian atau hasil perbuatan kita, tetapi semata karena kasih karunia ALLAH melalui dan di dalam TUHAN YESUS Kristus. Dan bagaimana kita merespons kasih karunia tersebut adalah dengan iman. Iman adalah wujud sikap pengakuan kita akan karya ALLAH di dalam diri kita, termasuk mengalami damai sejahtera dengan-NYA. Iman menjadi aspek hidup yang penting untuk diwujudkan, sebab dalam respons iman akan karya TUHAN YESUS Kristus kita dibenarkan dan beroleh jalan masuk kepada kasih karunia ALLAH. Di dalam kasih karunia ini kita berdiri dan kita bermegah dalam pengharapan akan menerima kemuliaan Allah.

Jadi kita bermegah bukan karena kemampuan atau kekuatan diri kita tapi karena kasih karunia ALLAH, dan bukan hanya itu saja, ternyata kita juga diajak untuk bermegah dalam kesengsaraan kita. Karena kesengsaraan menimbulkan ketekunan dan ketekunan menimbulkan tahan uji dan tahan uji menimbulkan pengharapan. Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita. Jadi kita diajak untuk terus mengalami karya ALLAH melalui kehadiran Roh Kudus di hati kita, yang memproses (baca: mendewasakan) kehidupan iman kita.

Refleksi
Marilah kita mengambil waktu hening sejenak dan merenungkan:

  • Apakah kita telah mempersaksikan kehidupan iman kita? (iman kepada TUHAN YESUS Kristus)
  • Apakah kehidupan iman kita telah bertumbuh makin dewasa? (dipimpin Roh Kudus) 

Tekad
Ya ALLAH, kuatkanlah imanku kepada-MU, dan pimpinlah aku agar makin dewasa dalam beriman oleh kuasa Roh Kudus dalam segala perkara kehidupan. 

Tindakanku
Mulai hari ini, aku akan berusaha mewujudkan berbagai perbuatan iman sebagai bagian dari proses pendewasaan kehidupan iman di dalam diriku.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«