suplemenGKI.com

Rabu, 12 Juni 2013.

11/06/2013

Mazmur 32:1b-5.

 

Konsekuensi Dosa (2)

 

Pengatar: (Sambungan)
Menjalani hukuman membersihkan kandang babi adalah hari-hari kelam bagi saya. Beberapa kali saya memohon keringanan kepada ayah, sambil berkata “Saya salah, saya berjanji tidak mengulanginya lagi” tetapi beliau mengatakan “Lakukan sampai selesai, biar kamu tahu akibat dari kesalahanmu” Perkataan itu terasa begitu membuat saya menderita. Setelah selesai sebulan penuh setiap sore bersihkan kandang babi, ayah kemudian berkata, “Sekarang sudah selesai ayah harap kamu berubah” Saya pun berjanji tidak mengulanginya lagi. Ayah rupanya melihat perubahan saya, dan tidak menyangka pada suatu siang ketika saya pulang sekolah, di rumah sudah ada sebuah sepeda mini merek Phoenix, sebuah sepeda yang memang sudah sejak lama saya rindukan. Pertobatan yang berbuah  sepeda Phoenix.

 Pemahaman:

  1. Apakah makna pernyataan pemazmur di ayat. 3-4?
  2. Apakah makna pernyataan pemazmur dalam ayat 5?
  3. Apa dampak dari pengakuan pemazmur (v. 1b-2)?   

Beberapa pernyataan pemazmur di ayat. 3-4, itu hendak menggambarkan betapa menderitanya pemazmur selama dia tidak mau mengaku atau menyembunyikan dosanya. Penderitaan itu dianalogikan seperti tulang-tulang yang lesu kemudian mengeluh sepanjang hari. Ibarat orang sakit keras yang bisanya merintih kesakitan. Tangan Tuhan seakan menekan dengan begitu kuat dalam waktu panjang, sehingga berdampak seperti tubuh ini diperas dan menjadi kering. Keadaan itu tentu sangat menyedihkan dan seolah tidak ada harapan. Tetapi itulah yang mendorong pemazmur mengaku sengala dosanya. Ungkapan-2 paralel di v. 5 menunjukan kejujuran, keterbukaan, kerendahan hati mengaku dosa-dosa di hadapan Tuhan. Pemazmur menyadari, bahwa tidak mungkin untuk terus hidup dalam penderitaan karena dosa, satu-satunya jalan baginya untuk terbebas dari penderitaan dosa adalah mengaku di hadapan Allah. 1 Yohanes 1:9 “Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita…”  

Sebagai hasil dari sikap pemazmur, diungkapkan pada ayat. 1b-2. Kebahagiaan, sukacita dan pengharapan karena pengampunan Tuhan itu menjadi bagiannya. Tuhan berjanji tidak akan mengingat kesalahan orang-orang  yang mengaku dosanya, bertobat dan kembali kepada-Nya.

Reflaksi:
Terkadang kita suka menyembunyikan dosa di hadapan Tuhan. Tidak ada gunanya karena Dia pasti tahu. Sikap paling baik adalah mengaku dengan randah hati, maka pintu pengampunanpun Tuhan akan terbuka bagi kita.

Tekadku:
Tuhan, bongkarlah kebiasaanku yg suka menyimpan dosa, karena itu adalah sia-sia. Aku mau hidup bahagia di dalam Tuhan, tolongkah agar aku sanggup mengaku dosa di hadapan-Mu. 

Tindakanku:
Mulai hari ini, aku harus berani mengaku dosa di hadapan Tuhan, agar aku tidak menderita lagi, melainkan hidup berbahagia di dalam Tuhan.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«