suplemenGKI.com

1 Yohanes 5:16-17

DOA MENGALAHKAN DOSA

 

PENGANTAR
Jika kita mengetahui seorang saudara kita berbuat dosa, bagaimanakah seharusnya sikap kita? Tidak jarang kita mengambil sikap yang keliru: menghindar, mengucilkan, atau bahkan menjadikannya bahan pergunjingan. Bacaan hari ini mengajar kita untuk bersikap dengan tepat, yaitu mendoakan dia. Doa adalah wujud nyata dari kasih dan kepedulian kita terdapat saudara kita yang jatuh dalam dosa. Doa juga merupakan langkah awal sebelum Tuhan memakai kita lebih lanjut sebagai alat bagi pemulihannya.

PEMAHAMAN

  • Ay. 16a, 17.  Di bagian ini Yohanes membedakan dua macam dosa. Menurut Anda, apa perbedaan antara dua macam dosa itu?
  • Ay. 16b.          Bagaimana kita menolong saudara kita yang melakukan dosa yang mendatangkan maut?

Pembedaan dua macam dosa dalam bacaan kita hari ini memiliki latar belakang pemikiran orang-orang Yahudi mengenai dosa. Orang-orang Yahudi membedakan dua macam dosa berdasarkan niat yang ada di dalam hati dan pikiran orang yang melakukannya. Dua macam dosa itu akan mendatangkan hukuman yang berbeda.  Jenis yang pertama adalah dosa yang dilakukan dengan tidak sengaja, atau karena tidak tahu, atau karena kondisi emosi yang labil sehingga tidak dapat menggunakan hati dan pikirannya dengan jernih. Jenis dosa yang pertama inilah yang disebut sebagai “dosa yang tidak mendatangkan maut,” atau tidak mengancam keselamatan/ hidup kekal yang telah dimilikinya (ay. 13). Jenis yang kedua adalah dosa yang dilakukan dengan sengaja atau dengan niat dan pikiran yang bulat, meskipun dia sudah tahu bahwa apa yang dilakukannya bertentangan dengan kehendak Allah. Dengan kata lain, dia sengaja melawan Allah. Jenis dosa yang kedua ini akan mendapatkan hukuman yang sangat berat, dan karenanya disebut sebagai “dosa yang mendatangkan maut.”

Tentu saja, kita harus mendoakan saudara-saudara kita yang jatuh dalam dosa (ay. 16a), apa pun jenis dosanya. Namun, untuk dosa yang mendatangkan maut, Yohanes menegaskan: “… tentang itu tidak kukatakan, bahwa ia harus berdoa” (ay. 16b).  Kalimat ini mengandung dua pengertian. Pertama, seseorang yang melakukan dosa yang mendatangkan maut membutuhkan dukungan doa seluruh jemaat, bukan hanya satu orang saja yang berdoa. Kedua, untuk dosa yang mendatangkan maut, doa saja tidak cukup, melainkan harus dilanjutkan dengan tindakan untuk mewujudkan doa tersebut. Artinya, orang yang mendoakan saudaranya yang jatuh dalam dosa yang mendatangkan maut itu juga harus siap diutus untuk menegur, menasihati, dan membimbing dia agar tidak lagi melakukan dosa tersebut. 

REFLEKSI
Doa adalah cara yang efektif untuk menolong orang yang jatuh dalam dosa. Namun, doa itu harus disertai dengan kerelaan untuk diutus dan melakukan tindakan nyata bagi pemulihan hidup mereka. 

TEKADKU
Tuhan, tolonglah aku agar lebih peduli terhadap orang-orang yang jatuh dalam dosa sehingga aku dapat mendoakan mereka. Dengan anugerah-Mu, utuslah dan pakailah aku untuk mengambil bagian dalam pemulihan hidup mereka. 

TINDAKANKU
Dalam seminggu ke depan aku mendoakan seseorang yang aku kenal, yang sedang berjuang melawan dosa.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«