suplemenGKI.com

Rabu, 12 Januari 2011

11/01/2011

Yesaya 49:1-7

JAMINAN DALAM PENGUTUSAN

Dalam periode pembuangan Israel ke Babel, TUHAN memanggil Yesaya mengemban tugas yang berat menghadapi bangsanya yang sedang dilanda krisis multidimensi ini.  Tetapi Yesaya dikuatkan karena adanya jaminan TUHAN dibalik pengutusannya.

  • Hal apa lagi yang TUHAN sampaikan kepada Yesaya selain mengenai tugasnya sebagai nabi?  (ay. 4b)
  • Apa yang menjadi janji TUHAN ketika memanggil dan mengutus Yesaya? (ay. 4b-7)
  • Bagaimana pengaruh janji TUHAN terhadap diri dan tugas Yesaya? (ay. 5-6)

Renungan

Saya dulu sering membayangkan pelayanan para misionari yang diutus ke ladang misi berjarak ratusan kilo dari tempat asalnya.  Sebuah komitmen hidup yang luar biasa dan berani.  Sebab para misionari bukan hanya berhadapan dengan budaya yang berbeda, tetapi juga harus menghadapi beragam persoalan yang ditemui di ladang pelayanan secara mandiri.  Saya tidak bisa membayangkan besarnya tantangan dan upaya yang mereka tempuh untuk memulai pelayanan di sana.   Saya percaya mereka pasti pernah bimbang, takut dan mungkin juga ingin mundur.  Tapi  pada akhirnya mereka tetap berangkat dan melayani 10-15 tahun, bahkan ada juga yang sampai mati di ladang misi!  Sebuah semangat dan komitmen penyerahan hidup yang sangat langka di jaman ini. Terlintas dalam benak saya pertanyaan, apa yang membuat mereka rela dan berani melayani sebagi misionari?

Dari laporan misi dan kesaksian para misionari yang  pernah saya baca.  Ada pola yang sama di dalam kesaksian mereka.  Selain karena mereka mengasihi jiwa-jiwa yang belum diselamatkan, juga karena adanya keyakinan yang kuat bahwa Allah adalah pribadi yang mengutus dan menyertai pelayanan mereka.  Keyakinan yang kuat akan pimpinan dan penyertaan Allah terbukti dalam pelayanan mereka sebaga misonari.  Misalnya:  pemeliharaan atas keluarga, pertolongan ketika menghadapi masa sukar, karunia mujizat, pertobatan orang-orang yang dilayani dan lain-lain.  Pengalaman ini makin meneguhkan panggilan dan keyakinan  sebagai misionari.

Keyakinan yang sama juga ada dalam diri Yesaya.  TUHAN tidak hanya memberi tugas, Ia juga menjamin hidup hamba-Nya (ay. 4b).  Meskipun secara manusiawi Yesaya  mengalami kegentaran, perasaan tidak layak, lelah dan tertolak (6:5;  49:4) menghadapi Israel yang keras kepala. Namun Yesaya diyakinkan akan jaminan dan pemeliharaan TUHAN atas  hidupnya (ay. 4b).  Bahkan TUHAN sendiri akan memuliakan hambanya (ay. 5c) dan  menegakkan Yesaya di antara para pemimpin bangsa-bangsa yang meremehkannya (ay. 7).  Yesaya menyadari bahwa TUHAN-lah yang “menjadi kekuatan” (ay. 5) pelayanannya.

Jaminan dalam pengutusan tidak selalu berarti segala sesuatu yang dilakukan hambanya tanpa kesulitan.  Juga bukan berarti kehidupan pribadi dan keluarganya tanpa persoalan.  Namun yang pasti TUHAN tidak akan membiarkan hambaNya melayani tanpa penyertaan yang sempurna dari DIA (bdk. dg. Mat. 28:20, “menyertai senantiasa”).  Selalu saja ada yang TUHAN kerjakan sebagai bukti penyertaanNya kepada mereka yang diutus melayani. Sebab itulah “upah” (ay. 4c) yang diperhitungkan TUHAN kepada mereka.

Penyertaan TUHAN yang sempurna  menjadi jaminan di dalam pelayanan.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«