suplemenGKI.com

Kebaikan Hati Bagi Semua Orang

Filipi 4:4-5

 

Pengantar
Seorang muda bernama Rian selalu terheran-heran setiap kali pendetanya mengatakan bahwa kita harus mengasihi semua orang, bahkan musuh kita sekalipun. Ego dan batinnya sulit menerima hal tersebut “bagaimana bisa aku mengasihi orang yang sudah mempermalukanku dan membuatku sakit hati? Apalagi kalau aku harus memperlakukannya dengan baik? Rasanya tidak mungkin”.  Apakah Saudara juga pernah mengalami pergumulan seperti itu? Mari kita berefleksi melalui bacaan Alkitab hari ini. 

Pemahaman

  • Ayat 4: Mengapa kita diajak untuk bersukacita senantiasa dalam Tuhan?
  • Ayat 5: Apa maksud kalimat “hendaklah kebaikan hatimu diketahui semua orang” ? Siapakah “semua orang” yang dimaksudkan dalam ayat ini?

Surat Paulus untuk jemaat di Filipi adalah Surat Sukacita walaupun Paulus menuliskannya saat ia ada dalam penjara dan penuh dengan penderitaan. Melalui pengalamannya, ia mau mengatakan bahwa di tengah penjara dan penganiayaan yang ada, Paulus tetap mampu bersukacita dalam Tuhan karena kehadirannya di penjara justru menjadi media penyebaran Injil. Sesungguhnya walau dalam derita, Tuhan terus berkarya melampaui apa yang kita pikirkan. Maka dalam ayat 4, orang percaya diajak bersukacita di dalam Tuhan. Ini artinya suatu sukacita yang melampaui sukacita karena hal-hal biasa.  Sukacita yang datangnya dari Tuhan akan membantu kita untuk menunjukkan kebaikan hati kepada orang lain (ay.5). Jika seseorang bersukacita di dalam Tuhan, maka dia akan mampu mengatasi kecenderungan manusia yang lazimnya mudah sakit hati, tersinggung, atau marah.

Pengalaman bersukacita dalam Tuhan mendorong kita untuk menyatakan kebaikan hati kepada orang banyak. Kalimat “Hendaklah kebaikanmu diketahui semua orang” bukanlah nasihat untuk menyombongkan kebaikan-kebaikan kita kepada orang lain (ay.5). Justru yang mau disampaikan oleh Paulus ialah tentang bagaimana seorang pengikut Kristus menunjukkan sikap hidup yang baik kepada semua orang bahkan di tengah penderitaannya. Dalam Bahasa Yunani, ‘kebaikan hatimu’ menggunakan kata epieikeia, yang dapat diartikan luas sebagai kelemahlembutan, kesopanan, jiwa yang sabar, atau kemurahan hati. Kata ‘semua orang’ dalam ayat ini bukan hanya terpatok pada orang-orang yang kita senangi, tetapi semua orang, bahkan kepada orang yang telah menyakiti kita.

Saat kita memiliki sukacita dalam Tuhan, kita akan lebih mudah menyatakan kebaikan hati kita kepada semua orang, bahkan kepada orang-orang yang telah menyakiti kita. Ini berarti kita sedang menunjukkan sikap hidup berserah kepada Allah, artinya kita menyadari bahwa hak menghakimi dan membalas hanya dimiliki oleh Allah. Pada saat itu kita tidak terbelenggu dalam kecemasan karena membenci orang lain atau  keinginan membalas dendam. Jiwa kita bebas karena kita tahu bahwa hidup kita milik Allah dan kita menyerahkan secara penuh pada Allah.

Refleksi
Bayangkanlah andaikata Saudara terpilih menjadi sie acara panitia hari raya gerejawi. Rupanya koordinator acara adalah orang yang selama ini Saudara benci karena pernah menyakiti Saudara. Apakah Saudara dengan sukacita mau bekerja bersama dengan dia? Apakah yang akan Saudara lakukan untuk berrelasi dengannya dalam kebaikan hati?

Tekadku
TUHAN, ajar aku untuk senantiasa bersukacita dalam-Mu sehingga aku mampu menyatakan kebaikan hatiku kepada semua orang, bahkan pada orang yang telah menyakitiku sekalipun.

Tindakanku
Mulai saat ini, jika aku bertemu dengan orang-orang yang pernah menyakiti dan membuatku kecewa, aku akan memperbaiki relasi yang ada dengan mereka. Aku akan memulainya dengan memberikan senyuman atau berani memberikan salam serta menunjukkan sikap baik kepadanya.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*