suplemenGKI.com

Rabu, 12 April 2017

11/04/2017

Mazmur 118:1-4

 

Menjadikan Bersyukur kepada Allah sebagai tema dalam hidup kita

Pengantar:
Jika saudara adalah orang yang senang membaca, apakah itu: buku, artikel atau majalah, jangan abaikan temanya, karena sepanjang isinya akan dipengaruhi atau diwarnai dengan penjelasan tentang tema dari tulisan itu. Itu menunjukkan bahwa tulisan itu bermutu dan tidak asal menulis. Kita tentu sepakat bahwa hidup kita sebagai orang percaya adalah karena kasih Allah, yang artinya tanpa kasih Allah kita tidak bisa hidup. Pemahaman itu seharusnya menolong kita untuk menjadikan “Bersyukur kepada Allah sebagai tema dalam hidup kita” artinya setiap aspek hidup kita diwarnai dengan bersyukur, seperti yang dilakukan pemazmur dalam renungan kita hari ini.

Pemahaman:

1)      Apakah yang hendak ditegaskan oleh pemazmur dengan berkata “Bersyukurlah kepada Tuhan…bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya….” (v.1-2)

2)      Apa yang menjadi alasan bahwa kita harus menjadikan bersyukur kepada Tuhan sebagai tema hidup kita?

Pada ayat 1 Pemazmur memulai dengan berkata “Bersyukurlah kepada Tuhan” dan

pada ayat 2 dilengkapi dengan berkata “Biarlah Israel berkata”. Ke dua kalimat itu sangat kuat berbicara tentang ajakan yang sangat tegas. Karena sangat tegas maka kemudian dapat dipahami sebagai ajakan yang bersifat: perintah, keharusan, panggilan atau ikrar. Dengan demikian bersyukur kepada Tuhan bagi pemazmur bukanlah sesuatu yang bisa dilakukan dengan sekedarnya, kadang-kadang atau bila perlu saja, tetapi harus menjadi gaya hidup, tema hidup atau warna hidup bagi semua orang yang telah mengalami kasih setia dan pertolongan serta keselamatan dari Tuhan, tanpa terkecuali kita pada hari ini (v. 3-4)

Mengapa pemazmur menghayati bahwa bersyukur kepada Tuhan adalah sebagai tema hidup, gaya hidup atau warna hidup? Ada dua alasan: 1) Penghayatan yang benar akan kasih setia Tuhan. Kalimat “Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya!” Pemazmur menghayati kasih setia Tuhan adalah bersifat tetap, kekal dan tidak berubah dalam hidupnya. 2) Kasih setia Tuhan itu tidak lekang oleh waktu dan tidak pudar oleh masalah hidup. Pemazmur dalam perjalanan hidupnya tidak mudah, ada berbagai kemelut dan gejolak yang dialaminya, tetapi dia tetap dapat merasakan kasih Tuhan dalam hidupnya. Suadara, sejauh mana kita menghayati kasih setia Tuhan dalam hidup kita, apakah kita menghayati kasih setia Tuhan itu tidak lekang oleh waktu dan tidak pudar karena masalah kita? Apakah kita juga mau menjadikan bersyukur sebagai tema dalam hidup kita, seperti ajakan pemazmur?

Refleksi:
Renungkan baik-baik. Kita ada saat ini sebagai mana kita ada, itu semata-mata karena kasih setia Tuhan. Maka tidak ada alasan bagi kita untuk tidak menjadikan bersyukur tema dalam hidup.

Tekad:
Tuhan, mampukan saya untuk menjadikan bersyukur kepada-Mu sebagai tema dalam hidup.

Tindakan:
Belajar dan berjuang, menyikapi setiap persoalan dalam hidup bukan dengan bersungut-sungut, tetapi mulai mengucap syukur kepada Tuhan, sebab Dia selalu setia kepadaku.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*