suplemenGKI.com

Mazmur 51:1-10

 

Doa Pertobatan Daud

 

Pengantar
Raja Daud pasti tahu benar tentang Dasa Titah (Sepuluh Perintah) Tuhan Allah. Di antaranya adalah Jangan Berzinah (Keluaran 20:14); Jangan Mengingini Isteri Sesamamu (Keluaran 20:17); Jangan Membunuh (Keluaran 20:13). Namun sore itu, Daud yang baru bangun dari tidur siangnya (sementara pasukannya sedang ada di medan perang), berjalan-jalan di atas sotoh istananya dan melihat seorang wanita cantik yang sedang mandi. Lalu Daud menyuruh menanyakan siapa wanita itu, dan diberitahu kepadanya bahwa wanita itu bernama Batsyeba; ayahnya bernama Eliam dan suaminya adalah Uria orang Het. Daud menyuruh menjemput wanita itu, dan setelah ia datang ke istana, Daud tidur bersamanya (2 Samuel 11:1-4). Walau Daud sudah memiliki paling tidak 7 orang isteri dan sejumlah selir (1 Tawarikh 3:1-9), namun ia masih juga mengingini istri orang lain, bahkan istri seorang kepala pasukan kerajaannya. Lebih parah lagi, ketika didengarnya kabar, bahwa Batsyeba sedang hamil akibat perbuatannya, maka Daudpun kemudian merancang segala cara untuk menutupi dosanya yang berpuncak pada upaya “pembunuhan” Uriah, suami Batsyeba (2 Samuel 11:5-17). Lengkaplah sudah ketiga hukum Tuhan Allah tersebut di atas dilanggarnya. Tuhan Allah kemudian mengutus Nabi Natan untuk menegur Daud sebagaimana dikisahkan dalam 2 Samuel 12:1-24. Atas teguran itulah Daud menyatakan penyesalannya seperti tertulis dalam Mazmur 51.

Pemahaman
Ayat 1-3               :  Apa isi doa permohonan Daud setelah Nabi Natan menegurnya? Menurut Sdr apakah Daud sungguh-sungguh bertobat?

Ayat 4                   :  Mengapa Daud mengatakan “… terhadap Engkau sajalah aku telah berdosa ..”?, bukankah ia juga bersalah kepada beberapa orang, di antaranya Uria dan Batsyeba? 

Ayat 5-6               :  Kedua ayat ini dimulai dengan kata “sesungguhnya ..”, apa maksudnya?

Ayat 7-10             :  Apa makna permohonan Daud? Apakah menurut Sdr., Tuhan Allah tetap mengasihi Daud? 

Untuk mengetahui kesungguhan Daud dalam menyatakan penyesalannya kita dapat membaca apa yang tertulis dalam Mazmur 51:16-17. Pernyataan Daud bahwa hanya terhadap Tuhan saja ia telah berdosa, besar kemungkinan karena Daud mengarahkan pelanggarannya terhadap beberapa Perintah Tuhan Allah yang dijunjungnya tinggi-tinggi. Tentu pelanggaran ini membawa implikasi pada kesalahan terhadap sesama. Makna tertinggi dari doa pertobatan dan permohonan Daud tampak tersimpulkan dalam pernyataannya dalam ayat 11, di mana tertulis: “Janganlah membuang aku dari hadapan-Mu, dan janganlah mengambil roh-Mu yang kudus dari padaku!”. Rupanya inilah kerinduan Daud yang terdalam. Daud sangat mengargai dan olekarenanya sangat “khawatir” dosanya akan mempengaruhi relasi pribadinya dengan Tuhan Allah.

Refleksi
Mampukah kita mengatakan seperti yang dikatakan oleh Pemazmur: “Dosaku kuberitahukan kepada-Mu dan kesalahanku tidaklah kusembunyikan; aku berkata: “Aku akan mengaku kepada TUHAN pelanggaran-pelanggaranku,” dan Engkau mengampuni kesalahan karena dosaku” (Mazmur 32:5)

Tekadku
Aku mau jujur di hadapanNya. Tak ada sedikitpun rahasia yang tak akan kuungkapkan dihadapanNya, karena Ia sungguh sangat mengasihiku.

Tindakanku
Menjaga agar realasi pribadiku tak “terganggu” karena ada dosa pelanggaran yang belum kuakui dihadapanNya dengan hati yang berobat.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*