suplemenGKI.com

Filipi 4:1-9

HATI YANG BAIK, HATI YANG PENUH SUKACITA

 

PENGANTAR
Bagaimana orang-orang di sekitar kita melihat isi hati kita? Tentu, mereka dapat melihatnya melalui apa yang kita katakan dan lakukan. Namun, lebih dari kata-kata dan perbuatan kita, ekspresi dan pancaran air muka kita sesungguhnya juga menjadi tanda-tanda yang nyata dari kebaikan hati kita. Sukacita yang terpancar dari hati kita dan nampak di wajah kita akan mendatangkan damai dan menumbuhkan pengharapan bagi orang-orang di sekitar kita.

PEMAHAMAN
Seperti kita tahu, sukacita adalah salah satu tema pokok dalam surat Paulus kepada jemaat di Filipi. Tema itu juga muncul dalam perikop yang kita baca hari ini. Paulus mengajak jemaat Filipi untuk senantiasa bersukacita agar kebaikan hati mereka diketahui semua orang. Kata Paulus, “Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan! Sekali lagi kukatakan: Bersukacitalah!  Hendaklah kebaikan hatimu diketahui semua orang. Tuhan sudah dekat!” (ay. 4-5). Namun, ajakan untuk bersukacita ini diapit oleh dua hal buruk yang dapat merampas sukacita mereka.

  • Ay. 2-3. Paulus memberikan nasihat khusus kepada beberapa orang. Siapakah mereka? Apa isi nasihat Paulus kepada mereka? Mengapa mereka menerima nasihat seperti itu?  Apa hubungannya dengan ajakan untuk bersukacita?
  • Ay. 6-8. Paulus juga menyebutkan beberapa hal di dalam hati dan pikiran mereka yang dapat merampas sukacita mereka. Hal apa sajakah itu? Bagaimana menyingkirkan hal-hal negatif tersebut?

Paulus memberikan nasihat khusus kepada Euodia dan Sintikhe agar mereka sehati dan sepikir dalam Tuhan. Rupanya selama ini mereka tidak sehati dan sepikir. Sangat mungkin mereka adalah para pemimpin jemaat di Filipi yang sedang terlibat konflik yang cukup serius. Karena itu, Paulus juga meminta sahabatnya, Sunsugos, untuk membantu menyelesaikan konflik mereka. Paulus sangat serius menangani hal ini karena konflik dapat merampas sukacita murid Kristus.

Selain konflik, ada berbagai hal lain yang dapat membuat hati dan pikiran kita jauh dari sukacita. Salah satu di antaranya adalah kekuatiran. Paulus menasihati agar kita membawa kepada Kristus semua hal yang menyebabkan kita kuatir, dan memohon agar Kristus memberikan damai sejahtera-Nya kepada kita. Paulus juga menasihati kita agar mengisi hati dan pikiran kita dengan berbagai hal yang baik, yang sedap didengar dan patut dipuji (ay. 8).

REFLEKSI
Apakah orang-orang di sekitar Anda dapat melihat pancaran sukacita dari hati Anda? Masih adakah permusuhan dan kekuatiran yang menyingkirkan damai dan sukacita dari dalam hati Anda?

TEKADKU
Tuhan, aku ingin agar damai dan sukacita kembali terpancar dari dalam hatiku. Tolonglah aku untuk membuang semua kekuatiran dan permusuhan yang masih ada dalam hatiku.

TINDAKANKU
Aku akan menuliskan berbagai hal yang masih sering membuat aku kuatir dan membawanya ke hadapan Tuhan. Aku juga akan mendoakan orang-orang yang pernah/ sedang terlibat konflik denganku.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«