suplemenGKI.com

1 Samuel 1:11, 21-28

MEMBAYAR NAZAR

 

PENGANTAR
Nazar adalah janji seseorang kepada Tuhan untuk melakukan sesuatu apabila permohonannya dikabulkan oleh Tuhan. Nazar biasanya diucapkan oleh seseorang yang menyadari bahwa apa yang dimintanya dari Tuhan adalah sesuatu yang sangat penting namun sangat sulit diperolehnya. Ia sadar bahwa ia hanya dapat bergantung sepenuhnya kepada pertolongan Tuhan. Ia mengucapkan nazar agar Tuhan benar-benar memperhatikan permohonannya. Karena itu, setelah permohonannya dikabulkan, ia berkewajiban melakukan apa yang telah dijanjikannya kepada Tuhan.

Pada kenyataannya, tidak semua orang yang bernazar benar-benar membayar nazarnya. Adakalanya nazar yang diucapkannya memang terlalu sulit untuk dipenuhinya, atau bahkan tidak masuk akal untuk dilakukan. Namun, ada juga orang-orang yang sebenarnya dapat memenuhi nazarnya, namun dia tetap tidak mau melakukannya.

PEMAHAMAN

Ay. 11            Nazar apakah yang telah diucapkan oleh Hana? Menurut Anda, apakah nazar ini termasuk mudah atau sulit untuk dilakukan?

Ay. 21-23     Apa yang dilakukan Hana untuk mempersiapkan diri membayar nazarnya? Kapankah Hana akan membayar nazarnya?

Ay. 21-28     Bagaimanakah cara Hana mengantarkan Samuel ke rumah Tuhan di Silo? Apa yang dikatakan Hana kepada Eli ketika ia menyerahkan Samuel?

Hana bernazar, apabila Tuhan memberikan kepadanya seorang anak laki-laki maka ia akan memberikan anak tersebut  kepada Tuhan seumur hidupnya. Tentu, ini bukan nazar yang gampang untuk dilakukan. Itulah sebabnya Hana berusaha mempersiapkan diri sebaik mungkin agar ia dapat membayar nazarnya. Dia menggunakan waktu sebaik-baiknya – sebelum Samuel disapih dan diserahkan kepada Tuhan – untuk mencurahkan kasih sayangnya kepada Samuel. Tentu saja, Hana juga menggunakan kesempatan ini untuk mendidik Samuel agar siap menjadi pelayan Tuhan.

Demikian pula, ketika mengantarkan Samuel kepada Eli, Hana mengiringinya dengan membawa persembahan seekor lembu jantan yang masih muda, satu efa tepung dan sebuyung anggur. Dari para ahli Perjanjian Lama, tidak ada penjelasan khusus mengenai hubungan persembahan ini dengan penyerahan seorang anak. Namun, dari apa yang dibawa Hana – seekor lembu jantan yang harganya sangat mahal, satu efa tepung, dan sebuyung anggur – kita dapat melihat betapa Hana sangat bersemangat dan bersukacita ketika membawa Samuel kepada Eli. Hana tahu kepada siapa sesungguhnya ia menyerahkan Samuel. Ini nampak jelas dari perkataan Hana, “Maka aku pun menyerahkannya kepada Tuhan; seumur hidup terserahlah ia kiranya kepada Tuhan.” (ay. 28).

REFLEKSI
Pernahkah Anda berjanji kepada Tuhan untuk melakukan sesuatu? Bagaimana Anda mempersiapkan diri Anda untuk menepati janji tersebut?

TEKADKU
Tuhan, tolonglah aku agar setia menepati janjiku pada-Mu. Bimbinglah aku untuk mempersiapkan diriku agar mampu melaksanakan janjiku pada-Mu.

TINDAKANKU
Aku akan menuliskan langkah-langkah konkrit agar dapat menepati janjiku kepada Tuhan. Aku juga akan minta dukungan istri, atau suami, atau anak-anakku untuk melakukan langkah-langkah tersebut.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*