suplemenGKI.com

Rabu, 11 Maret 2015.

10/03/2015

Mazmur 107:1-3

 

Ajakan Untuk Menyatakan Syukur Kepada Tuhan

Pengantar:
Tidak banyak orang yang menyadari betapa pentingnya mengucap syukur atas kehidupan, berkat-berkat Tuhan dalam hidupnya. Sebagai orang-orang yang meyakini bahwa dirinya sudah diselamatkan dan dipelihara hidupnya oleh Tuhan, kita seharusnya selalu mengucap syukur dan memuji Tuhan. Tidak jarang kita baru mengucap syukur dan memuji Tuhan ketika diberkati dengan kesehatan, usaha yang maju atau karier yang lancar dan sukses. Bagaimana jika keadaan kita tidak ideal, bisakah kita selalu bersyukur dan memuji Tuhan?

Pemahaman:

- Cermatilah Mazmur 107:1-3 ini dengan baik, apa yang menjadi pesan dari Mazmur ini!

- Siapa yang diajak oleh pemazmur untuk memuji dan mengucap syukur kepada Tuhan?

- Mengapa pemazmur mengajak orang-orang yang telah ditebus Tuhan untuk bersyukur?

Jika kita cermati mulai dari Mazmur 105, 106 dan 107 itu mengungkapkan dengan jelas ajakan bersyukur kepada Tuhan atas apa yang telah diperbuat oleh Tuhan kepada umatNya. Pada Mazmur 105 ajakan untuk bersyukur atas perbuatan Tuhan di masa lampau, 106 ajakan untuk bersyukur kepada Tuhan yang tetap menunjukan kasih setiaNya sekalipun umatNya bersikap tegar tengkuk dan 107 ajakan untuk bersyukur karena kebaikan Tuhan yang bersifat kelal. The wycliffe Bible Commentary menyimpulkan bahwa Mazmur 105-107 merupakan Trilogi Mazmur yang berisi puji-pujian dan ucapan syukur kepada Tuhan yang kasih setiaNya kekal selama-lamanya.

Penerima ajakan itu tentu adalah orang-orang yang telah ditebus atau diselamatkan oleh Tuhan dari kuasa yang menyesakkan, orang-orang yang senantiasa mengalami pemeliharaan Tuhan dan orang-orang yang menyadari bahwa Tuhan adalah bagian terpenting dalam seluruh aspek hidupnya. Menarik untuk dicermati, “kuasa yang menyesakkan” hal itu berbicara tentang ketika umat Tuhan menderita di pembuangan Babel, di mana mereka bukan saja ditawan secara fisik tetapi juga secara rohani mereka tidak bisa memuji menyembah Tuhan, namun Tuhan membebaskan mereka dari kesesakan itu (Yes 62:10-12)

Seperti di pengantar telah dijelaskan bahwa tidak banyak orang yang menyadari betapa pentingnya mengucap syukur kepada Tuhan, itulah sebabnya pemazmur kemudian mengajak orang-orang termasuk kita untuk selalu bersyukur atas kasih dan kemurahan Tuhan dalam hidup kita, sekecil apapun itu kita harus bersyukur karena tanpa Tuhan kita akan terus berada dalam kesesakan.

Refkelsi:
Mari kita renungkan betapa banyaknya kebaikan Tuhan dalam hidup kita. Jika kita bisa menghitungnya, maka itu harus membuat kita semakin bersyukur kepada Tuhan.

Tekad:
Tuhan aku menyadari bahwa kebaikan-Mu tidak terhitung banyaknya dalam hidupku, Ampuni aku jika selama ini aku kurang bersyukur kepadaMu.

 

Tindakan:
Mulai hari ini, ketika bangun pagi, akan berangkat kerja, mau makan bahkan menghadapi pergumulan, aku akan belajar bersyukur selalu kepada Tuhan.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«