suplemenGKI.com

Rabu, 11 Juli 2018

10/07/2018

Mazmur 85:2-7.

 

“Kerinduan Mengalami Pemulihan Tuhan”

Pengantar:
“Kerinduan mengalami pemulihan Tuhan” Setiap orang yang sedang mengalami musim kehidupan yang terpuruk apapun menyebabnya, pasti sangat menginginkan atau merindukan untuk pulih dari keadaan tersebut. Namun untuk pulih dari keadaan yang terpuruk bukanlah hal yang mudah semudah membalikkan telapak tangan. Dibutuhkan perjuangan, tekad, semangat dan yang terutama khususnya bagi kita sebagai orang percaya adalah keberserahan kepada uluran tangan Tuhan. Inilah juga yang menjadi kerinduan Israel yang terungkap dalam doa pemazmur di Mazmur 85:2-7 ini, mari kita telusuri doa pemazmur ini.

Pemahaman:

1)      Apakah yang menjadi inti doa Pemazmur pada ayat 2-4?

2)      Harapan seperti apakah yang dirindukan oleh pemazmur melalui doanya? (v. 5-7)

Sungguh menarik memerhatikan doa yang dinaikkan oleh pemazmur ini. Secara umum Mazmur 85 ini mengisahkan pengalaman hidup Israel pasca pembuangan di Babel. Pemazmur memulai doanya dengan syukur. Perhatikanlah ayat 2-4, semua ayat-ayat itu dimulai dengan kata “Engkau” dan dilanjutkan dengan kata “telah” Ada enam kali pemazmur mengucapkan kata “telah” dalam doanya. Hal itu hendak menegaskan bahwa orang Israel sangat menyadari bahwa kepulangan mereka dari pembuangan adalah inisiatif Allah, bukan karena kekuatan mereka. Kisah kepulangan Israel dari pembuangan sungguh ajaib. Mereka  tidak pernah menyangka bahwa raja Persia (Koresy) yang berhasil menaklukkan Babel kemudian memperkenankan mereka pulang ke Yerusalem. Pemazmur menghayati bahwa itulah wujud karya kasih, kekuatan dan anugerah Tuhan bagi mereka.

Namun, optimisme yang mereka miliki ketika keluar dari negeri Babel harus berhadapan dengan situasi Yerusalem yang telah hancur total dan tinggal puing-puing. Menghadapi kenyataan itu, pemazmur berseru dengan suara nyaring, “Pulihkanlah kami, ya Allah penyelamat kami…” (5) Mereka menyadari bahwa tanpa penyertaan Tuhan, tidaklah mungkin mereka sampai ke Yerusalem. Maka dengan pertolongan Tuhan pula, mereka akan dimampukan membangun Yerusalem kembali. Kerinduan untuk membangun kembali Yerusalem itulah yang menjadi dasar seruan pemazmur, yaitu agar Tuhan melanjutkan pemulihan-Nya dengan memberi kesempatan bagi mereka untuk membangun Yerusalem.

Refleksi:
Mari merenung sejenak. Pernahkah saudara melihat kebelakang, bagaimanakah keadaan saudara di masa lalu? Kemudian ketika melihat keadaan saudara hari ini, terlintaskah dalam benak saudara bahwa semua itu karena pemulihan Tuhan?

Tekad:
Ya Tuhan, saya bersyukur kepada-Mu untuk keadaan saya hari ini yang jauh lebih baik dari hari kemarin, semua itu adalah karena berkat pemulihan-Mu.

Tindakkan:
Terus bersyukur atas pemulihan Tuhan dan tetap berseru kepada Tuhan, agar diberi kesempatan untuk berkarya dalam kehidupan dan pelayanan bagi kemuliaan-Nya.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«