suplemenGKI.com

Yakobus 5:1-6

BIJAK DALAM MENGELOLA HARTA

PENGANTAR
Gereja selalu terbuka bagi semua orang dari berbagai lapisan sosial di masyarakat.  Baik orang kaya maupun miskin ada dan menjadi bagian gereja.  Mengenai orang-orang kaya, tulisan-tulisan Perjanjian Baru mencatat peranan penting mereka dalam penginjilan (Lidya, misalnya) maupun dalam pengembangan jemaat (Filemon, misalnya).  Namun demikian, di dalamnya kita juga mendapati peringatan dan teguran keras yang ditujukan kepada orang-orang kaya yang hidupnya tidak sesuai dengan firman Tuhan.

PEMAHAMAN

  • Ay.2-3.  Harta kekayaan apa sajakah yang disebutkan di sini?  Apa yang akan terjadi pada harta kekayaan tersebut?
  • Ay. 4-6.  Kejahatan apa sajakah yang mereka lakukan?  Siapa saja yang menjadi korban mereka?  Mereka melakukan itu semua demi apa?
  • Cobalah menghubungkan antara harta kekayaan mereka (ay.2-3) dan kejahatan yang mereka lakukan (ay.4-6).  Apa kesimpulan Anda?

Yakobus mengingatkan kita semua agar tidak menjadikan harta sebagai tujuan atau sandaran hidup kita.  Kekayaan, pakaian, emas, perak, dan berbagai macam harta lainnya dapat lenyap dalam sekejap.  Bahkan, sementara kita sedang berusaha keras mengumpulkan “emas dan perak,” justru semua harta kekayaan itu “memakan daging kita seperti api.”  Tentu saja, ini merupakan peringatan yang semakin berharga di zaman ini.  Semakin banyak orang-orang yang rela mengorbankan apa saja (kesehatannya, keluarganya, bahkan kebahagiaannya) hanya untuk mengumpulkan emas dan perak.  Pandangan dan sikap yang keliru mengenai harta sering kali menjadi awal kehancuran hidup kita.

Selain meluruskan pandangan kita tentang harta, Yakobus juga hendak menegur cara kita mengumpulkan harta.  Yakobus secara lebih khusus memberikan teguran keras kepada orang-orang kaya yang memperoleh hartanya dengan kejahatan.  Buruh yang telah membantu mereka justru mereka perlakukan dengan curang.  Orang-orang benar mereka singkirkan.  Mereka melakukan semua itu dengan semena-mena karena para korban mereka tidak mampu melawan.  Dan harta yang mereka peroleh dari kejahatan itu justru mereka gunakan untuk berfoya-foya.

Yakobus menegur orang-orang kaya bukan karena kekayaan mereka, melainkan karena pandangan dan sikap mereka yang keliru mengenai harta, dan terutama karena cara mereka yang jahat dalam mengumpulkan harta. Namun benarkah bahwa hanya orang-orang kaya saja yang perlu mendengarkan peringatan ini? Tentu saja, tidak.  Meskipun Anda tidak menggolongkan diri Anda sebagai orang kaya, namun Anda mempunyai pandangan yang salah tentang uang, dan Anda mencari uang dengan cara yang salah, atau Anda merasa iri hati terhadap kekayaan orang lain, maka Anda pun harus bertobat.

REFLEKSI
Masalah yang utama bukanlah terletak pada berapa banyak harta yang kita punya, melainkan bagaimana cara mendapatkan dan menggunakan harta tersebut.

TEKADKU
Tuhan, berikanlah kepadaku ketulusan dan keberanian untuk mengubah sikap dan caraku yang salah dalam mendapatkan dan menggunakan hartaku, agar aku dapat memuliakan nama-Mu melalui berkat-berkat yang aku terima dari-Mu.

TINDAKANKU
Dalam seminggu ini aku akan mengevaluasi sikap dan caraku dalam mendapatkan dan menggunakan hartaku.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*