suplemenGKI.com

MENGHITUNG HARI

Mazmur 90:12-17

 

Pengantar
Ketika mendengar berita gempa bumi disertai tsunami yang memporak porandakan Palu, Donggala, Sigi dan sekitarnya, kita semua berduka. Begitu banyak korban yang kehilangan nyawa dalam waktu yang singkat. Sesungguhnya bencana alam selalu mengingatkan kita akan betapa berharganya hari-hari hidup yang kita miliki. Tak seorang pun mengetahui kapan hidupnya akan berakhir. Bahkan saat kita merasa hari-hari hidup kita baik-baik saja, ternyata dalam sesaat bisa direnggut kematian. Untuk itu Pemazmur mengajak kita bijaksana mengisi hidup hari ini sebelum hari ini berakhir. Marilah kita merenungkannya!

Pemahaman

  • Ayat 12 : Mengapa Pemazmur meminta kepada ALLAH untuk mengajar dia menghitung hari-hari kehidupan?
  • Ayat  13-17: Apakah yang menjadi pengharapan Pemazmur dalam hari-hari kehidupannya?

Mazmur 90, dikenal sebagai Mazmur Musa. Musa adalah seorang manusia yang hidup sangat dekat dengan TUHAN ALLAH. Tetapi kedekatannya dengan TUHAN tidak menyebabkan ia menyangkali bahwa hidup ini tidak bebas dari keluhan, kesukaran dan penderitaan. Meskipun sadar bahwa ia disertai TUHAN—demikian janji TUHAN kepadanya—tetapi Musa mau menerima kenyataan bahwa dalam hidup ini ada banyak hal yang sukar (90:9). Hanya karena kasih setia TUHAN dan kemurahan TUHAN sajalah, ia mampu tetap bersyukur dan bersukacita menghadapi kenyataan hidup ini (90:14-17)

Musa mengajarkan hikmat menghitung hari. Bukan agar hari-hari segera lewat, tetapi supaya seseorang memiliki hati yang bijaksana (ayat 12).  Alasan Pemazmur meminta ALLAH mengajar dia untuk menghitung hari ada di dalam bagian pertama dan kedua mazmur ini (ayat 1-2 dan 3- 12). Dalam bagian pertama, Pemazmur mengakui bahwa ALLAH sendiri adalah tempat perteduhan hidupnya ( ayat 1-2). Ia melihat keamanan dirinya bukan karena memiliki suatu tempat, tetapi karena memiliki hubungan dengan ALLAH. Namun demikian, di dalam bagian kedua, Pemazmur merenungkan mengenai kesementaraan hidup manusia. Ia memakai ungkapan “debu” dan “rumput” untuk menggambarkan hubungan yang sebenarnya, antara Sang Pencipta yang begitu perkasa dan dirinya yang begitu lemah (ayat 3-6) Perenungannya ini juga berbicara mengenai kesalahan yang dilakukan oleh manusia di hadapan ALLAH (ayat 7-11). Itulah sebabnya Pemazmur meminta pada ALLAH agar dia diberikan kesadaran akan kesementaraannya, sehingga ia selalu  memiliki hati yang berhikmat dan hidup yang bermakna.

“Hikmat” tidak berarti sekadar kecerdasan di dalam menjalani kehidupan, tetapi lebih mengacu pada takut akan ALLAH dan pengakuan atas kendali-Nya di dalam kehidupan. Dengan mengakui dan mengenal kehendak ALLAH dalam kehidupan, barulah hidup yang sulit dan singkat itu berarti. Sesungguhnya hidup ini tidak selalu berisi kelancaran dan kesuksesan tapi juga kesukaran dan penderitaan ( ayat 9-10). Orang yang mengisi hari-hari hidupnya dengan hikmat, tidak akan pernah kehilangan pengharapan sebab dia akan selalu bisa merasakan naungan kehadiran ALLAH, Sang Peneduh kehidupan.

Refleksi
Dalam keheningan, rasakanlah kehadiran ALLAH yang menjadi tempat perteduhan hidup ini.

  • Dalam perjalanan hidup beriman, apakah Saudara menyadari berapa banyak berkat dan pertolongan TUHAN yang telah Saudara alami?
  • Apakah Saudara yakin bahwa hari-hari hidup yang telah Saudara jalani telah Saudara isi dengan penuh hikmat bijaksana?
  • Bayangkanlah, andaikata hari ini adalah hari terakhir kehidupan Saudara, apakah yang akan Saudara lakukan?

Tekadku
Ya TUHAN mampukanlah aku untuk menjalani hari-hari hidupku bersama dengan Engkau. Berikan aku hikmat untuk selalu berjalan seturut dengan pimpinan-Mu.

Tindakanku
Mulai hari ini aku akan mengisi doa dan karya hidupku dengan hal-hal berharga yang memuliakan TUHAN dan menjadi berkat bagi orang lain.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«