suplemenGKI.com

Rabu, 10 Mei 2017

09/05/2017

SIAPAKAH PENGUASA HIDUPMU?

Mazmur 31:15-16

 

Pengantar
Dalam percaturan politik kita melihat bila ada seorang pemimpin yang berjuang untuk menegakkan kebenaran dan keadilan ternyata justru akan menghadapi kesulitan dan tantangan yang tidak mudah. Ada musuh yang siap menyerang dengan teror atau bahkan ingin menghabisi nyawanya.  Dalam kondisi sulit dan terjepit seperti ini, akan tampak seberapa dalam iman orang itu dan siapakah yang dia pandang sebagai penguasa hidupnya. Apakah Anda pernah mengalami berada dalam kondisi sulit dan terjepit? Apakah yang Anda lakukan saat itu? Marilah kita merenungkannya.

Pemahaman:

  • Ayat 15  :   Apakah makna kalimat: “ Engkaulah ALLAH-ku”?
  • Ayat 16  :   Apakah konsekuensi pernyataan: “Masa hidupku ada dalam tangan-Mu”.

Renungan
Di tengah pelarian dan kejaran musuh, Daud mengarahkan hati dan pikiran untuk berkonsentrasi pada ALLAH. Daud mempercayakan hidupnya pada ALLAH. ALLAH adalah Pribadi yang disembah dan dijunjung tinggi. ALLAH adalah Penguasa hidupnya.  Oleh karena itu  hati, pikiran dan hidup Daud berpusat pada ALLAH; Daud menjadikan ALLAH sebagai andalan hidupnya. Daud sungguh meyakini bahwa masa hidupnya ada  dalam tangan ALLAH. Oleh karena itu ia menyerahkan  hidupnya sepenuhnya dalam kuasa pemeliharaan ALLAH juga di tengah situasi gawat darurat. Sekalipun ALLAH tak kelihatan, namun kehadiran-Nya dapat dirasakan, kuasa-Nya dapat dibuktikan.

Daud sungguh meyakini bahwa TUHAN-lah penguasa hidupnya maka ia mengimani bawa masa hidupnya ada dalam tangan TUHAN. Iman yang seperti ini mengandung konsekuensi yaitu menyerahkan setiap detik kehidupan dalam  tangan TUHAN, apa pun yang terjadi; bahkan di tengah situasi genting dan terjepit.

Bagaimanakah agar dalam situasi darurat  kita tetap menempatkan TUHAN sebagai satu-satunya Penguasa hidup yang terus memelihara dan melindungi kita? Tentu apabila TUHAN menjadi andalan utama dalam kehidupan sehari-hari. Daud mengalami kedekatan dengan TUHAN setiap hari dan karenanya di tengah situasi gawat darurat, ia mengungkapkan iman “masa hidupku ada dalam tangan TUHAN”.

Betapa banyak orang yang masih memilih jalan pintas, mencuri, korupsi, dll. untuk menyelamatkan atau pun membahagiakan dirinya sendiri. Mereka menghayati masa hidupnya ada dalam kuasanya sendiri. Sedangkan orang yang menghayati masa hidupnya ada dalam tangan TUHAN akan menempatkan diri di bawah kekuasaan TUHAN. Mereka akan selalu melibatkan TUHAN dalam tiap detik kehidupannya, bahkan ditengah situasi darurat sekalipun.

Kita bersyukur kalau masa hidup kita ada dalam tangan TUHAN sebab seberat apa pun persoalan yang terjadi kita tak akan menanggungnya sendirian sebab TUHAN pasti tak tinggal diam.

Refleksi
Dalam keheningan, buatlah gambar garis perjalanan hidup Anda dari kecil sampai sekarang. Manakah yang lebih banyak Anda lakukan: menjalani hidup dengan mengandalkan kekuatan dan pikiran diri sendiri? Mengandalkan orang lain? Ataukah  mengandalkan TUHAN?

Tekadku:
Ya TUHAN, mampukanlah aku untuk selalu mengandalkan Engkau setiap saat dan selalu tunduk dalam kuasa dan kehendak-Mu sebab Engkaulah Penguasa hidupku.

Tindakanku
Aku akan menghadapi semua masalah yang muncul dalam hidupku dengan pertama-tama berdoa dan mengambil keputusan yang sesuai dengan Firman TUHAN.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«
Next Post
»