suplemenGKI.com

Rabu, 10 Maret 2021

09/03/2021

Mazmur 107:1-3

 

“SELAYAKNYA KITA MENGUCAP SYUKUR KEPADA TUHAN”

Pengantar:
Salah satu sikap yang paling dibenci di dunia ini adalah sikap tidak bisa berterimakasih. Orang yang tidak bisa berterimakasih adalah orang yang tidak bisa menghargai jasa orang lain yang telah berkorban untuknya. Di dunia ini semakin hari semakin sulit menjumpai orang yang bisa berterimakasih atas pertolongan orang lain, entah karena dunia ini semakin maju sehingga banyak orang berpikir berterimakasih kepada orang yang telah menolong itu sudah tidak terlalu bernilai. Padahal menolong adalah sebuah pengorbanan demi kebaikan yang ditolong. Hari ini kita diingatkan oleh pemazmur agar tetap bisa berterimakasih.

Pemahaman:

1)      Apa yang bisa kita hayati dari pernyataan pemazmur di ayat 1?

2)      Alasan pemazmur mengajak umat saat itu dan pembaca hari ini untuk bersyukur? (v. 2-3)

Mazmur 107 ini merupakan panggilan atau undangan pemazmur kepada umat untuk mengucap syukur atas anugerah pertolongan Tuhan yang dikumandangkan dalam bentuk nyanyian syukur. Melalui Panggilan atau undangan untuk bersyukur itu pemazmur seakan memproklamirkan tentang siapa Tuhan yang layak untuk menerima ungkapan syukur dari umat-Nya. Tuhan adalah sumber kebaikan, kasih setia yang bersifat kekal, utuh dan tanpa batas. Melalui penghayatan demikian pemazmur hendak menegaskan perbedaan nilai kebaikan Tuhan dengan nilai kebaikan pada umumnya yang sifatnya sementara, tidak utuh dan bahkan cenderung mengharapkan pamrih. Jika kita meneliti konteks latar belakang pemazmur mengajak umat untuk bersyukur kepada Tuhan, adalah terkait dengan pengalaman sejarah pembebasan Tuhan terhadap umat Israel dari perbudakan di Mesir dan juga Tuhan yang telah mengembalikan umat Israel dari pembuangan. Pada ayat 2-3 dijelaskan secara terperinci bahwa Tuhan telah menebus umat-Nya dari kuasa yang menyesakkan, mengumpulkan umat-Nya yang terserak-serak ke berbagai negeri: dari timur, barat, utara dan selatan itu adalah suatu kiasan bahwa umat Israel yang tercerai-berai di pembuangan namun atas anugerah Tuhan mereka dikembalikan untuk kembali ke negara asalnya Israel. Melalui undangan untuk bersyukur itu pemazmur ingin agar umat selalu mengarahkan hidupnya kepada Tuhan yang telah membebaskan dan mengembalikan mereka ke tanah asalnya Israel.

Refleksi:
Saudara, tahukah kita bahwa kebaikan, kasih dan setia Tuhan dalam hidup kita itu terlalu banyak dan tidak mungkin bisa kita hitung secara matematika. Kita masih bisa hidup, bisa beraktivitas, masih sehat sampai saat ini, masih memiliki orang-orang yang kita kasihi dan sebagainya itu semua karena kebaikan dan kasih setia Tuhan bagi kita. Tetapi mengapa seringkali kita terlalu sulit untuk bersyukur kepada Tuhan? Mari terus bersyukur pada Tuhan.

Tekadku:
Tuhan, ajarlah kami untuk selalu menghitung segala kebaikan dan kasih setia-Mu dalam hidup kami, agar kami tidak lupa mengucap syukur kepada-Mu dengan tulus dan jujur.

Tindakanku:
Mari saudara-saudara, kita wujudkan rasa syukur kita atas segala kebaikan dan kasih setia Tuhan dalam hidup kita dengan berbagi kasih dan kebaikan Tuhan kepada sesama kita.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«