suplemenGKI.com

Rabu, 10 Juni 2020

09/06/2020

PENGHIBUR SEJATI

Yohanes 14:25-27

 

Pengantar
Tuhan Yesus memahami situasi dan kondisi yang akan dialami oleh para murid-Nya setelah Dia pergi meninggalkan mereka ke rumah Bapa untuk mempersiapkan tempat bagi mereka. Yesus sangat memahami bahwa ini tidak akan mudah dilalui oleh para murid, setelah selama kurang lebih tiga tahun Yesus begitu nyata dilihat dan bersama-sama dengan mereka. Mereka pasti akan sangat kehilangan, takut dan sedih. Oleh sebab itu, dalam bacaan hari ini Yesus memberikan pesan penting kepada para murid-Nya. Mari kita renungkan.

Pemahaman

  • Ayat 25  : Pesan penting apakah yang diberikan Tuhan Yesus kepada para murid-Nya?
  • Ayat 26  : Siapakah “Penghibur” yang dijanjikan oleh Yesus? Apa yang akan “Penghibur” kerjakan bagi para murid yang akan ditinggalkan oleh Tuhan Yesus?
  • Apakah saudara juga merasakan peranan Roh Kudus dalam diri saudara?

Bacaan ini menceritakan perkataan-perkataan Yesus pada malam sebelum Dia disalibkan. Yesus sangat memahami perasaan para murid yang akan Ia tinggalkan pada waktu itu. Yesus tidak akan meninggalkan mereka begitu saja, seperti yatim, piatu (Ay. 18). Apalagi mereka akan melanjutkan karya pelayanan Yesus di dunia yaitu memberitakan Injil.  Dengan alasan inilah Yesus meminta kepada Bapa-Nya agar mengirimkan seorang (Yun: Parakletos) Penolong (Ay. 16) dan juga Penghibur (Ay. 26) yaitu Roh Kudus untuk menyertai para murid. Penghibur yang dijanjikan oleh Yesus, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepada para murid dan akan mengingatkan kepada mereka: semua yang telah Yesus katakan. Secara tidak langsung Roh Kuduslah yang memampukan  para murid untuk taat pada perintah dan firman-Nya.

Roh Kudus adalah pribadi Allah Tritunggal. Hal ini menjadi penting sekali bagi kita, karena Roh Kuduslah yang akan mengingatkan, mengajarkan, mengkonfirmasi apa yang Yesus telah ajarkan kepada kita. Kita patut bersyukur kepada Tuhan, karena melalui pencerahan atau inspirasi Roh Kudus, para murid bisa menuliskan apa yang sudah mereka dengar dan alami. Tulisan-tulisan mereka menjadi Kitab Suci atau Alkitab yang kita baca saat ini, sehingga kita bisa membaca dan merenungkannya. Roh yang telah memimpin dan membimbing para murid dalam penulisan Alkitab, adalah Roh yang sama dengan yang berkarya dalam hidup kita, yang memimpin, mengajar, membawa kita untuk mengingat segala firman dan memampukan kita untuk melakukan firman-Nya.

Refleksi
Renungkanlah: Bagaimana pengenalan kita akan Tuhan dan kehadiran Roh Kudus yang ada di dalam diri kita? Seberapa seringkah kita bergantung pada Roh Kudus dalam memahami firman-Nya dan memampukan kita untuk melakukan firman-Nya itu?

Tekadku
Ya Tuhan, trimakasih untuk Roh Kudus yang selalu menolong dan memampukan kami untuk bisa melakukan kehendak-Mu. Berikanlah kepada kami hati yang peka pada pimpinan dan tuntunan dari Roh Kudus-Mu. Serta tolonglah kami juga untuk bisa selalu taat dalam menjalankan pimpinan dan kehendak-Mu.

Tindakanku
Mulai hari ini saya akan terus belajar untuk selalu memohon pimpinan Roh Kudus dan mengandalkan-Nya dan segala pelayanan yang Tuhan percayakan. Serta memohon pimpinan-Nya untuk bisa memahami kehendak Tuhan melalui firman-Nya.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«