suplemenGKI.com

Rabu, 10 Juni 2015.

09/06/2015

Mazmur 20:2-10.

 

Permohonan kepada Sang sumber segala sesuatu.

PENGANTAR:
Manusia boleh mempunyai berbagai keinginan dalam hidupnya, tetapi manusia harus sadar bahwa dirinya bukan sumber untuk memenuhi segala keinginannya. Hal yang paling baik ketika kita memiliki keinginan-keinginan adalah memohonnya kepada sang sumber segala sesuatu, yaitu Tuhan sang khalik segala sesuatu. Pada bagian ini pemazmur berdoa memohon kepada Tuhan sang empunya segala sesuatu bagi raja (dalam hal ini raja Israel) Bagaimanakah isi dari permohonan pemazmur, yang perlu untuk kita teladani ?

 

PEMAHAMAN:

  1. Ay. 2-5 Apa yang bisa kita hayati dari kalimat permintaan pemazmur kepada Tuhan itu?
  2. Ay. 6-7 Bagaimana respons pemazmur, terkait dengan jawaban atas permohonannya?
  3. Ay. 8-9 Bagaimana dampak jika seseorang memegahkan diri atas keberhasilannya? dan bagaimana dampak bagi yang tetap memegahkan Tuhan atas keberhasilannya?

Jika kita membaca secara cermat, permohonan pemazmur sangat didasari oleh sikap hati yang menghormati dan mengasihi Tuhan. Semua kalimat permohonan diawali dengan kata “kiranya…” Menunjukan bahwa permohonan itu didasari oleh hati yang mengakui, menyetujui dan meyakini kedaulatan Tuhan untuk menjawab atau tidak menjawab setiap permohonannya. Tidak sedikitpun tersirat kesan menekan atau memaksa Tuhan. Hal itu terjadi karena pemazmur sangat mengenal Tuhan yang empunya, berkuasa dan penuh belas kasihan. Ketika permohonan dijawab Tuhan, Pemazmur kemudian menyerukan untuk bersorak-sorai atas kemenangan itu, bukan bermaksud memegahkan diri tetapi mengagungkan , meninggikan Tuhan atas apa yang Tuhan anugerahkan.

Jika dibandingkan dengan sikap atau respons orang-orang yang dicatat pada ay. 8-9, di mana mereka memegahkan diri atas keberhasilannya, dampaknya mereka dikatakan rebah dan jatuh tetapi tidak bangun lagi. Jadi betapa celakanya jika seseorang bermegah atas apa yang Tuhan karuniakan kepadanya, kemudian melupakan Tuhan.

Saudara, kita sebagai umat Tuhan, boleh meminta atau memohon kepada Tuhan tentang apa yang kita inginkan, namun yang terpenting adalah dasarilah permohonan itu dengan sikap hati yang menghormati, mengasihi, menyetujui dan mengakui kedaulatan Tuhan sang sumber segala sesuatu untuk menjawabnya, niscaya kita akan mendapatkan belas kasihan-Nya.

 

REFLEKSI:
Apakah yang mendasari sikap hati kita ketika kita berdoa memohon sesuatu kepada Tuhan? Apakah supaya kita bisa bermegah atas apa yg Tuhan anugerahkan? Dasarilah semua permohonan kita dengan kerendahan hati yg mengakui kedaulatan Tuhan.

 

TEKAT:
Tuhan, ampuni jika selama ini aku mendasari setiap doa-doa permohonanku dengan niat untuk memegahkan diri, ajari aku bahwa semua anugerah-Mu  kepadaku adalah anugerah.

 

TINDAKAN:
Saya akan selalu mensyukuri setiap anugerah pemberian Tuhan dalam hidup ini, tidak menganggapnya karena kemampuan, kehebatan ataupun  kepandaianku melainkan semua karena anugerah-Nya.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«