suplemenGKI.com

Rabu, 10 Juli 2019

09/07/2019

TETAP PERCAYA DALAM SEGALA KEADAAN

Mazmur 25:1-10

 

Pengantar
Pernahkah kita kecewa, marah atau protes kepada Tuhan ketika ada masalah dalam hidup kita? Atau bahkan karena beratnya pergumulan menjadikan kita putus asa dan menyerah dengan keadaan? Bagaimanakah sikap iman yang seharusnya dimiliki oleh orang yang percaya kepada Tuhan ketika sedang menghadapi pergumulan? Mari kita belajar melalui Daud!

Pemahaman

  • Ayat 2     : Apakah isi permohonan Daud kepada Tuhan? Mengapa Daud berdoa demikian?
  • Ayat 3-7 : Apakah yang dilakukan Daud ketika sedang mengalami kesesakan dan kesukaran?
  • Ayat 8-10: Apakah yang menjadi keyakinan Daud ketika ia sedang mengalami kesesakan dan kesukaran?

Dalam mazmur ini Daud memohon kepada Tuhan supaya ia tidak mendapat malu, dia juga berharap supaya musuh-musuhnya tidak beria-ria atasnya. Karena pada saat itu Daud sedang berhadapan dengan orang-orang yang membencinya. Oleh sebab itu, ia berseru “Kepada-Mu ya TUHAN, kuangkat jiwaku. Allahku, kepada-Mu aku percaya” (Ay. 1) serta memohon perlindungan kepada Tuhan. Daud tidak mengeluh dalam marah kepada Tuhan atas keadaan yang menimpanya.

Bagi Daud hal paling membuat dia malu bukanlah, penghinaan, kekalahan, atau harga dirinya melainkan “berbuat khianat dengan tidak ada alasannya.” Khianat yang dimaksud di sini mengacu pada hubungannya dengan Tuhan. Dengan kata lain Daud memohon kepada Tuhan untuk menjaga hatinya supaya tetap setia kepada Tuhan (Ay. 3). Daud juga memohon supaya Tuhan memberitahukan dan menunjukkan jalan yang benar kepadanya (Ay. 4-5), serta memohon pengampunan dosa kepada Tuhan (Ay. 6-7). Oleh sebab itu, dengan tegas ia mengatakan, “Engkau kunanti-nantikan sepanjang hari.” Kata “menantikan” dalam bahasa Ibrani berarti qawah yang berarti mengharapkan sesuatu yang pasti datang. Seperti ketika menanti datangnya pagi pada malam hari. Kepastian pertolongan Tuhan bersumber dari kebaikan, kasih setia dan rahmat-Nya kepada umat-Nya (Ay. 8-10). Dengan demikian di dalam kelemahan dan kesesakannya, Daud tetap optimis akan kepedulian Tuhan padanya. Itulah alasan terbesarnya untuk percaya kepada pertolongan Tuhan yang pasti.

Oleh karena itu, marilah kita belajar untuk memiliki iman dan pengharapan seperti Daud yang tetap kuat dan teguh di tengah kerapuhan karena kelemahan dan beban pergumulan yang berat. Ia tetap memandang kepada Tuhan yang setia kepadanya. 

Refleksi
Renungkanlah: Apakah yang menjadi kekuatan kita ketika kita sedang mengalami kesesakan dan kesukaran hidup? Apakah yang kita lakukan? Marah? Mengeluh? Atau putus asa? Percayalah! Dalam menjalani hidup, pengenalan kita terhadap firman Tuhan dan pengalaman kita bersama-Nya akan memupuk kepercayaan dan kasih kita kepada Tuhan untuk tetap setia kepada-Nya.

Tekadku
Ya Tuhan, tolong saya untuk bisa memiliki sikap iman seperti Daud, sehingga saya bisa tetap setia kepada-Mu dalam segala keadaan yang kami alami di dunia ini.

Tindakanku
Ketika ada masalah berat dalam keluarga, pekerjaan, relasi maupun pelayanan, saya berusaha untuk tidak marah dengan keadaan, protes kepada Tuhan ataupun putus asa. Tetapi saya akan mengambil waktu secara pribadi untuk berseru kepada Tuhan dalam doa dan menantikan Tuhan yang pasti akan menolong, memberikan jalan keluar bagi saya.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«