suplemenGKI.com

TETAPI JUSTRU KARENA ITU AKU DIKASIHANI

1 Timotius 1:12-20

 

Pengantar
Merasakan kasih adalah salah satu kebutuhan hidup manusia. Seseorang akan merasakan bahwa dirinya diterima dan menjadi bagian dalam sebuah lingkungan jika ia mampu merasakan kasih yang diberikan oleh orang-orang sekitar. Begitu juga dengan kehidupan kita bersama dengan Allah. Merasakan kasih Allah adalah salah satu kebutuhan hidup kita. Hari ini, Firman hari ini akan mengajak kita untuk melihat betapa besar kasih karunia-Nya bagi kehidupan manusia.

Pemahaman

  •  Ayat 12-14           : Mengapa Paulus menceritakan masa lalunya kepada Timotius?
  •  Ayat 15-17           : Apa pengaruh kasih karunia Allah bagi kehidupan Paulus?

Dalam kehidupannya di masa lalu, Paulus yang bernama Saulus sangat membenci kehidupan orang-orang percaya. Sampai pada suatu saat, Paulus mengalami pertobatan dan menjadi pengikut Tuhan. Paulus berubah dari seorang yang menghabisi nyawa banyak orang menjadi seorang yang menyelamatkan banyak jiwa karena berhasil membuat mereka percaya kepada Tuhan Yesus Kristus. Kesaksian hidup pada masa lalu inilah yang diungkapkan oleh Paulus kepada Timotius. Paulus menggunakan kata penghujat, penganiaya, dan ganas, untuk meggambarkan pribadinya yang dahulu belum mengenal Kristus. Paulus pun mengungkapkan bahwa dalam pengenalannya dengan Kristus, ia bersyukur kepada Dia yang telah menguatkannya dan telah menganggapnya setia terhadap apa yang dipercayakan kepadanya, yaitu tugas dan tanggung jawab dalam pelayanan yang terus ia jalani. Paulus juga mengungkapkan tentang kehidupannya yang lama terjadi dan dilakukannya karena tanpa pengetahuan di luar iman. Ungkapan ini menjadi penting karena menunjukkan pemahaman Paulus tentang kehidupan orang percaya. Orang percaya adalah mereka yang memiliki kesatuan pikiran dan tindakan dalam hidup beriman, sehingga orang percaya seharusnya tidak hidup di dalam kegelapan.

Paulus ingin menekankan kepada Timotius bahwa kasih karunia Allah yang mampu membawanya untuk berubah menjadi lebih baik dibandingkan dengan kehidupannya yang lama. Paulus juga menekankan bahwa kasih karunia Allah itu menjadi kekuatan baginya untuk dapat terus berkarya di tengah berbagai tantangan pelayanan. Dengan demikian, kasih karunia Allah memampukan Paulus untuk setia dalam menjadi rasul dan pemberita Injil. Bersama dengan kasih karunia Allah, Paulus merasakan bahwa ada iman dan kasih yang ditunjukkan oleh Tuhan sehingga ia merasa paling berdosa karena sudah begitu kejam terhadap kekristenan di masa lalunya. Paulus merasakan kasih karunia itu menyentuh kehidupannya sehingga ia pun mampu merasakan bahwa Yesus Kristus menunjukkan kesabaran kepada-Nya. Titik balik Paulus ternyata ada pada kesempatannya untuk merasakan kasih karunia Allah yang hadir di dalam kehidupannya secara nyata. Maka dari itu Paulus memberi contoh secara jelas kepada Timotius tentang cara Tuhan bekerja melalui kasih karunia-Nya. Melalui kasih karunia-Nya, Paulus merasakan bahwa ia adalah orang yang paling berdosa namun justru karena itu ia dikasihani. Dalam pengasihan itu, ia dapat merasakan bahwa Kristus menunjukkan seluruh kesabaran-Nya.

Refleksi
Kita disadarkan bahwa Allah mampu berkarya dengan berbagai cara dan melalui siapa saja, termasuk melalui kita yang penuh dengan dosa. Kita belajar dari kehidupan Paulus untuk bertobat dari kehidupan kita yang penuh dengan dosa atau bahkan dari perasaan kita sebagai manusia yang paling berdosa. Jerat dosa tidak menghalangi karya Allah. Karena jerat dosa itulah, Paulus akhirnya tersadar bahwa kasih karunia Tuhan juga terus tercurah untuknya. Ketika kita memiliki keinginan untuk lepas dari dosa, maka kita mampu merasakan kasih karunia Tuhan yang sungguh-sungguh nyata di dalam kehidupan kita. Kasih karunia Allah menjadi salah satu cara untuk menghadirkan karya penyelamatan-Nya bagi kita manusia yang berdosa. 

Tekadku
Tuhan, saya rindu untuk dapat merasakan kasih karunia-Mu di dalam kehidupan. Bantulah saya untuk lepas dari perbuatan dosa yang sering membuat saya tidak sadar akan hadirnya kasih-Mu.

Tindakanku

Mulai hari ini, saya berusaha untuk:

  1. membuang satu tindakan dosa yang selama ini membuat saya kesulitan merasakan kasih karunia-Nya.
  2. Saya juga akan mendekatkan relasi saya dengan Tuhan melalui doa dan perenungan Firman Tuhan.
Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«