suplemenGKI.com

Mazmur 91:1-8

 

Rasa Aman Dalam Naungan Tuhan (1)

Pengantar:    

Semua orang di dunia ini mendambakan rasa aman. Aman dari penyakit, dari kekurangan finansial, dari bencana, dari pencobaan dan sebagainya. Demi memenuhi rasa aman tersebut orang akan memproteksi diri dengan berbagai cara, misalnya: Membangun rumah dengan tembok yang tinggi, menjadi nasabah asuransi yang terkenal agar jika sakit atau terkena musibah ada jamiman, bekerja sekuat tenaga untuk mengumpulkan uang agar tidak kekurangan secara finansial, dan masih banyak cara yang bisa dilakukan untuk menjaga rasa aman. Pertanyaannya, apakah semua upaya itu bisa menjamin rasa aman yang sejati? Rasanya mustahil, karena semakin hebat kita mengupayakan agar terhindar dari segala yang tidak kita inginkan, kita justru merasa semakin tidak aman, semakin canggih juga kuasa kegelapan untuk menggoda kita, semakin banyak juga musuh yang ingin menjatuhkan, menghancurkan kita. Lalu bagaimana kita dapat memiliki rasa aman yang sejati?

Pemahaman:

  1. Bagaimana pendapat pemazmur agar bisa mengalami rasa aman? (v. 1-2)
  2. Apa maksud pemazmur dengan memaparkan tindakkan Tuhan (v. 3-4)
  3. Apa saja bentuk masalah yang bisa mengancam rasa aman kita? (v. 5-7)

Syair mazmur 91 ini merupakan suatu ungkapan keyakinan dan kepercayaan yang

kokoh dari sipemazmur tentang perlindungan Tuhan. Mazmur 91 ini merupakan kelanjutan dari Mazmur 90 yang berbicara tentang keterbatasan manusia. Dengan menyadari bahwa kita ini mahluk yang sangat terbatas, maka yang paling baik adalah berserah kepada Tuhan.

Berangkat dari keadaan manusia yang serba terbatas, maka pemazmur mengungkapkan bahwa hanya dengan berlindung pada Tuhan saja ada rasa aman. Ungkapan “duduk, bermalam” dalam naungan yang Mahakuasa, merupakan saran, jika ingin memiliki rasa aman harus memiliki penyerahan kepada Tuhan secara penuh. Karena Tuhan tempat kita berserah secara penuh adalah Tuhan yang sanggup: melepaskan, menudungi, melindungi dan menjadi perisai bagi kita ketika diserang oleh berbagai-bagai ancaman atau persoalan hidup.

Berbagai persoalan bisa muncul dalam hidup kita, pemazmur menggambarkan seperti: jerat, penyakit sampar, kedahsyatan malam, panah, penyakit menular. Semuanya itu suatu gambaran tentang ancaman, pencobaan dan persoalan yang bisa saja menghantam hidup kita. Tetapi Tuhan siap menaungi kita, bahkan dikatakan , kita hanya menonton saja artinya Tuhan sanggup melindungi dan menyelamatkan kita ketika kita tidak berdaya. Tentu saja kita harus belajar berserah penuh, dengan kata lain mempercayakan hidup seutuhnya kepada Tuhan.

Refleksi:
Apakah saudara saat ini takut terhadap segala ancaman, persoalan, masalah hidup? Berserahlah kepada-Nya secara penuh, Dia sanggup memberi rasa aman bagi kita.

Tekad:
Tuhan, aku mau mempercayai Engkau secara penuh dalam semua aspek kehidupanku.

Tindakan:
Mulai sekarang, apapun yang aku hadapi, aku tahu Tuhan ada bersamaku, maka aku tidak akan kuatir dan takut menghadapinya.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*