suplemenGKI.com

UMAT YANG MERATAP

Mazmur 80:1-8

 

PENGANTAR
Sejak dulu Indonesia dikenal sebagai bangsa yang ramah dan agamis.  Namun, di sisi lain di tahun 2016 Indonesia  masih masuk dalam jajaran negara dengan tingkat korupsi yang tinggi di dunia. Bagaimana pendapat saudara menanggapi berita ini?  Dan yang lebih penting adalah apa sumbangsih kita sebagai warga negara Indonesia untuk mengatasinya?  Mari kita belajar dari pemazmur.

PEMAHAMAN

Ayat 2         : Ilustrasi apa yg tepat untuk menggambarkan hubungan-Nya dan umat-Nya?

Ayat 3         : Bagaimana pemazmur menggambarkan diri Allah?

Ayat 4, 8    : Apakah yang dilakukan pemazmur?

Pernahkah saudara secara khusus mendoakan kondisi Indonesia?

Lembaga Transparency International (TI) merilis data indeks persepsi korupsi (Corruption Perception Index) untuk tahun 2015.  Dalam laporan tersebut, ada 168 negara yang diamati  lembaga tersebut dengan ketentuan semakin besar skor yang didapat, maka semakin bersih negara tersebut dari korupsi.  Indonesia berada di peringkat 15 di Asia dan 88 di peringkat dunia dengan skor 36.  Berarti masih jauh dari skor maksimal (skor 100) yaitu skor  yang menunjukkan rendahnya tingkat korupsi bahkan nol di suatu negara.  Kondisi ini jelas memprihatinkan, sebab bukan hanya soal kerugian yang ditimbulkannya, tetapi juga karena di waktu yang sama Indonesia seringkali membanggakan dirinya sebagai negara yang agamis.  Faktanya, dalam hal yang satu ini, Indonesia tidak mampu membuktikan sebagai negara bebas dari korupsi.  Apa yang bisa kita lakukan?  Membiarkannya atau melakukan sesuatu yang positif?

Bacaan kali ini memberikan contoh sekaligus jawaban atas pertanyaan di atas.  Mazmur ini melukiskan suatu umat yang telah runtuh perlindungan Ilahinya sehingga terbuka untuk diserang dari luar.  Mereka telah makan roti cucuran air mata dan menjadi sasaran ejekan (ay.6-7). Dengan kerendahan hati yang sangat, pemazmur berkali-kali memohon syafaat kepada Allah agar menunjukkan kembali perkenan-Nya dan membuat wajah-Nya bersinar atas kaum sisa yang berseru kepada nama-Nya (Mazm 80:2,4,15-16,20).  Perasaan-perasaan yang terungkap dalam mazmur ini merupakan ciri khas keadaan dan doa dari umat Allah segera sebelum suatu kebangunan rohani besar.  Meresponi keadaan bangsanya, pemazmur bersama para umat meratap, menyesali dosa mereka di hadapan  Allah, serta berharap Allah berkenan memulihkan keadaan mereka sebagai bangsa.  Harapan yang dilandaskan pada sikap hidup yang  sadar akan dosa dan kemudian berbalik kepada Allah, “pulihkanlah kami..” (ay.4, 8).  Indonesia sebagai bangsa juga tidak lepas dari persoalan moralitas.  Tidakkah kita peduli dengan bangsa ini?  Adakah kita rindu Indonesia dipulihkan menjadi bangsa yang lebih baik?  Mari menjadi umat yang meratap. Mari terus dukung dalam doa dan karya demi Indonesia baru yang lebih baik.

REFLEKSI
Renungkan: Sebagai anggota jemaat yang beriman maka pasti selalu ada alasan untuk mendoakan gereja dan seluruh aktivitasnya.

TEKADKU
Tuhan tolonglah aku agar memiliki semangat dan kesetiaan menaikan doa syafaat buat gereja dan bangsaku.

TINDAKANKU
Aku terus mendoakan gereja dan bangsaku secara rutin dan berharap Tuhan pulihkan.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«