suplemenGKI.com

PERJUANGAN IMAN

Markus 7 : 24 – 30

 

PENGANTAR
Setelah menegur para ahli Taurat dan kaum Farisi, Yesus pergi diam-diam ke daerah Tirus, sebuah daerah pinggiran tempat orang-orang bukan Yahudi. Semua orang pasti tahu bahwa orang Yahudi menganggap rendah bangsa Tirus bahkan mereka disebut sebagai bangsa kafir. Lalu bagaimana sikap Yesus terhadap orang-orang non Yahudi tersebut ? Apa yang dilakukan Yesus di Tirus ? Renungan hari ini memberi jawaban kepada kita.

PEMAHAMAN

  1. Siapa yang datang kepada Yesus di Tirus ? Untuk apa ? ( ayat 24-26 )
  2. Bagaimana respon Yesus terhadap permohonan wanita Siro-Fenisia tersebut ? ( ayat 27 )
  3. Lalu bagaimana perjuangan wanita Siro-Fenisia tersebut ? ( ayat 28-30 )

Walaupun kedatangan Yesus ke Tirus dilakukan dengan diam-diam, tetapi orang tetap saja mengetahui kedatangan-Nya. Rupanya Yesus sangat terkenal sehingga orang-orang di wilayah bukan Yahudipun mengetahuinya. Maka datanglah seorang wanita Yunani dari bangsa Siro-Fenisia, datang tersungkur didepan kaki  Yesus dan memohon, supaya anak perempuannya disembuhkan dari kerasukan roh jahat. Wanita Siro-Fenisia ini menaruh harapan besar kepada Yesus yang telah didengarnya telah banyak menyembuhkan berbagai penyakit. Cara dia bersembah sujud di kaki Yesus menunjukkan imannya kepada Yesus sang penyembuh Ilahi.

Yesuspun menjawab permohonan wanita Siro-Fenisia tersebut dengan berkata, “Biarlah anak-anak kenyang dahulu, sebab tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing”. Dari jawaban Yesus ini terlihat bahwa Dia menolak untuk menolong wanita Siro-Fenisia tersebut. Namun wanita tersebut tidak menyerah dan tidak mau mundur. Ia yakin bahwa Yesus pasti mau menolongnya. Karena itu ia menjawab, “Benar Tuan, tetapi anjing-anjing yang dibawah mejapun makan dari remah-remah yang dijatuhkan anak-anak”. Sungguh ini adalah iawaban yang tepat  yang menunjukkan kerendahan hati dan kualitas iman dari wanita Siro-Fenisia tersebut.

Tuhan Yesus menyukai jawaban yang penuh kerendahan hati dan iman tersebut. Dan karena imannya maka ia mendapatkan jawaban dari Tuhan Yesus. “Karena kata-katamu itu, pergilah sekarang sebab setan itu sudah keluar dari anakmu” ( ayat 29). Wanita dari Siro-Fenisia tersebut mendapat pertolongan dari Tuhan. Tuhan juga menghendaki agar kita, umat percaya beriman kepada-Nya dengan sungguh-sungguh.

REFLEKSI
Marilah kita merenungkan : Bagaimana perjuangan iman anda, ketika ada di antara anggota keluarga anda yang mengalami gangguan iman ? Apa yang akan anda lakukan ?

TEKADKU
Ya Tuhan, ajarlah aku untuk selalu berjuang percaya kepada-Mu.

TINDAKANKU
Mulai hari ini, saya akan berdoa untuk seluruh anggota keluarga saya, agar mereka merasakan kasih Tuhan.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«