suplemenGKI.com

Mazmur 1:1-6

IDENTITAS ORANG FASIK

Mazmur 1 ini berbicara tentang hidup orang benar dan orang fasik.  Kemarin kita sudah merenungkan bagaimana hidup sebagai orang benar.  Hari ini kita bercermin diri melalui kebenaran firman Tuhan yang berbicara tentang bagaimana hidup orang fasik.

  • Apa identitas diri orang fasik? (ay. 1)
  • Kebinasaan menimpa hidup orang fasik. Apa maksudnya? (ay. 4-5)
  • Kembali renungkan identitas diri orang fasik ini berkaitan dengan hidup saudara di hadapan Tuhan dan sesama!

RENUNGAN

Pada jaman ini banyak orang melakukan apa saja asal hidupnya bahagia, puas dan tenteram. Anak-anak muda lari ke narkoba, seks bebas, pornografi, dll.  Orang-orang yang lebih tua menyibukkan diri dengan mencari harta dan kuasa, serta apa pun yang dapat menenteramkan hati. Tetapi, mereka yang memilih hal-hal seperti itu akhirnya harus mengakui bahwa kebahagiaan tidak mereka dapatkan, tetapi justru kegelisahan, kehampaan dan hidup yang semakin terpuruk.  Itulah hidup orang fasik.

Melalui ay. 1 dalam bacaan kita bahwa orang fasik memiliki identitas diri sebagai orang yang senang mendengar nasihat dari orang fasik, berada di jalan para pendosa dan berkumpul bersama dengan para pencemooh. Orang fasik begitu menikmati hidup dalam dosa dan sulit melepaskan diri dari kuasa dan kenikmatan dosa itu.  Setiap hari orang fasik menyerahkan hidupnya kepada kenikmatan dosa.  Oleh sebab itu, orang fasik diidentikkan dengan orang-orang yang melawan Tuhan, tidak mencintai perintahNya dan tidak memiliki kemauan untuk melakukan perintah Tuhan dalam kehidupan sehari-hari.  Menurut firman Tuhan, karena hidup yang melawan Tuhan dan ketidaktaatan kepada perintahNya maka orang fasik memperoleh kebinasaan (ay. 6b).  Kebinasaan orang fasik digambarkan seperti sekam yang ditiup angin.  Ayat 5 mengatakan bahwa “orang fasik tidak akan tahan dalam penghakiman, begitu pula orang berdosa dalam perkumpulan orang benar” artinya bahwa orang fasik tidak bisa mempertanggungjawabkan (menyatakan) kebenaran atas perbuatannya baik di hadapan Tuhan dan sesama.

Kebahagiaan tidak didapat dari perbuatan orang fasik (ay. 1).  Maka, orang yang mau berbahagia harus menjauhi semua hal yang membawanya berdosa.  Jikalau tidak, kehidupan berdosa akan membawa kegagalan hidup (ay. 4) dan akhirnya kebinasaan (ay. 6b).   Hidup yang dijalani orang fasik adalah hidup tanpa makna, dia tidak mampu menemukan kebahagiaan di balik hidup yang dijalaninya sehari-hari.

Pemazmur memperhadapkan kita pada pilihan hidup sebagai orang benar atau orang fasik.  Orang benar memperoleh kebahagiaan dan orang fasik ditimpa kebinasaan.  Yang manakah hidup kita?  Tuhan menyediakan jalan untuk memperoleh kebahagiaan, tetapi Dia juga memberikan pilihan kebinasaan.

Pilihan kebahagiaan atau kebinasaan adalah tanggung jawab pribadi. Keputusan ada di tangan kita.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«