suplemenGKI.com
Kasih

Kasih

Yesaya 40:27-31

 

“PERTOLONGANNYA TERBUKTI”

Di tengah-tengah jaman yang serba cepat ini, orang cenderung untuk memikirkan suatu pekerjaan dengan konsentrasi tinggi. Akibatnya, kita akan mengabaikan hal lainnya. Pada saat hal itu terketidakpedulian
-    Pernahkah Saudara diabaikan? Bagaimana perasaan Saudara ketika
diabaikan? Apa pula harapan Saudara dalam situasi yang demikian ini?
-    Gambaran Allah seperti apakah yang tersaji dalam kitab
Yesaya 40:27-31 ini?
-    Apakah Allah mempedulikan kehidupan Saudara? Mengapa?
Coba ceritakan pengalaman Saudara kepada seseorang

Renungan
Bacaan kita hari ini dilatarbelakangi oleh keluh kesah orang Israel yang merasa diabaikan Allah. hal ini sangat nampak dalam frasa keluhan yang dikomunikasikan ulang oleh nabi, “hidupku tersembunyi dari TUHAN”. Sesuatu yang tersembunyi dari Tuhan, berarti tidak diketahui oleh Tuhan. lalu, bagaimana mungkin Allah mempedulikan sesuatu yang tidak diketahui/dilihatNya? Sebagai perbandingan untuk memahami ungkapan tersebut adalah adanya ungkapan “Tuhan menghadapkan wajah-Nya kepadamu”. Ungkapan terakhir ini sangat bernada positif dan diucapkan sebagai berkat.
Akan tetapi perasaan diabaikan itu segera disanggah dengan ungkapan yang menyatakan bahwa Allah tidak pernah mengalami kelelahan atau kelesuan. Meskipun Dia telah menciptakan bumi dari ujung ke ujung, namun Ia tidak menjadi lelah dan tidak menjadi lesu. Kekuatan yang dimiliki Allah itu kini siap untuk diberikan kepada manusia, “Dia memberi kekuatan kepada yang lelah dan menambah semangat kepada yang tiada berdaya”. Tapi tidak setiap manusia akan mendapatkan kekuatan tersebut. Frasa, “orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN” menjelaskan bahwa hanya orang-orang yang percaya kepada-Nya sajalah yang akan mendapatkan anugerah kekuatan itu. Sikap menantikan Tuhan adalah sikap orang yang percaya kepada Tuhan. kalau orang tidak percaya, maka dia sudah pasti tidak akan menanti-nantikan. Justru karena dia percaya bahwa Tuhan akan datang maka dia menantikan kedatangan Tuhan tersebut. Dengan demikian dalam sikap dan tindakan yang menantikan Tuhan itu seharusnya juga ada kerelaan untuk menyandarkan diri kepada Allah, mengijinkan Allah melakukan segala yang terbaik menurut Dia, di dalam waktu dan rencana Allah.
“…… mendapat kekuatan baru” di sini mengandung pengertian “mengubah kekuatan”, sama seperti kalau kita mengganti pakaian kita yang lama atau yang kotor dengan pakaian yang baru dan bersih. Pemberian kekuatan baru itu sekaligus juga mengukuhkan kembali pernyataan yang telah dibuat sebelumnya, yaitu bahwa Allah tidak mengabaikan apa lagi meninggalkan siapapun yang mau datang dan berseru bersama dalam doa.
Pada saat kita mengalami kelelahan atau keletihan dalam menjalani hidup ini, mari bersama kita mendengarkan seruan Tuhan yang memanggil kita serta berkata, “orang-orang yang menantikan TUHAN mendapat kekuatan baru.”

=====================================================================================

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«