suplemenGKI.com

Rabu, 1 Mei 2019

30/04/2019

PENGALAMAN PEMAZMUR

Mazmur 30:1-4

 

PENGANTAR
Setiap kita pasti punya pengalaman unik tentang Allah, khususnya bagaimana kita meyakini pertolongan-Nya.  Dalam kehidupan praktis, seringkali pengalaman itulah yang menolong kita meyakini Allah ada dan terus berkarya.  Demikian juga dengan pengalaman pemazmur dalam bacaan hari ini.  Apa yang dialami dan bagaimana pemazmur menyikapinya?  Mari kita renungkan bacaan hari ini!  

PEMAHAMAN

  • Pengalaman apa yang melatarbelakangi Mazmur ini? (ayat 1)
  • Apa yang pemazmur akui dan rasakan melalui pengalaman itu?  (ayat 2)
  • Apa yang pemazmur lakukan di masa kesesakannya? (ayat 2-4)
  • Dalam hal apakah kita menaikkan syukur kepada-Nya?

Pengakuan pemazmur akan pertolongan Allah terkesan transaksional, “Aku akan memuji Engkau … sebab Engkau telah menarik aku” (ayat 2).  Pemazmur seolah juga tidak akan memuji, bila Allah tidak menolongnya.  Pemazmur seolah tidak akan bersukacita, bila Allah “tidak memberi pertolongan”.  Namun tidaklah demikian maksud pemazmur.  Pemazmur bukan sedang mengajukan syarat syukur yang seolah sedang bertransaksi dengan Tuhan.  Tetapi sebaliknya, sesungguhnya pemazmur sedang menyatakan pengalaman imannya dalam perjumpaan pribadinya dengan Allah.

Jadi, pengakuan pemazmur bukan termasuk pendekatan transaksional; tapi justru merupakan bentuk kesaksian pribadi dalam perjalanan pergumulan menghadapi masalah yang kemudian membawanya mengalami pertolongan-Nya.  Oleh sebab itu pemazmur dengan tegas menyaksikan, “TUHAN, Allahku, kepada-Mu aku berteriak minta tolong, dan Engkau telah menyembuhkan aku” (ayat 3).  Pemazmur telah mengalami pertolongan dilepaskan dari tekanan musuh-musuhnya, disembuhkan bahkan diangkat dari kesesakan ancaman maut (ayat 4).  Apa ajakan pemazmur agar tetap mengalami perjumpaan dengan Tuhan? Ayat 5 menyatakan “Nyanyikanlah mazmur bagi TUHAN, hai orang-orang yang dikasihi-Nya, dan persembahkanlah syukur kepada nama-Nya yang kudus!”

Pengalaman pemazmur menjadi teladan syukur bagi orang percaya.  Tidak menunggu pertolongan Allah, baru beryukur.  Tidak menunggu ditolong, baru bersyukur.  Pengalaman pemazmur menunjukkan perjalanan hubungan dan komunikasi dengan Allah yang Ia percayai.  Wajar bila kemudian di atas segala pengalaman, pemazmur menyampaikan syukurnya kepada Allah.  Demikian juga seharusnya kita yang hidup di masa sekarang.  Ada banyak pengalaman kehidupan yang tidak mampu menandingi kuasa dan penyertaan Allah.  Tidak ada satu keadaanpun yang mampu menutupi kuasa Allah dinyatakan untuk kebaikan umat-Nya.  Jadi, sudahkah kita bersyukur?

REFLEKSI
Mari merenungkan: Setiap kita dipanggil untuk mampu menapaki jalan kehidupan, sembari menemukan rancangan agung Allah.  Sekaligus dipanggil untuk melihat dan mengakui segala hal yang terjadi dalam kehidupan sebagai alasan untuk bersyukur.  

TEKADKU
Tuhan sebagai rasa syukurku, mampukan aku untuk memahami dan menerima setiap peristiwa, walaupun terkadang sangat sulit kupahami dan kuterima, sebagai pengalaman yang menguatkan diriku agar semakin dewasa sebagai anak-anak-Mu.

TINDAKANKU
Hari ini aku bersyukur untuk ……. (sebutkan peristiwa atau masalah yang menurut anda sulit untuk anda pahami dan terima).  Terimakasih Tuhan sebab Engkau pasti menolongku.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«
Next Post
»