suplemenGKI.com

Rabu, 1 Juni 2016

31/05/2016

TUHAN SUMBER PERUBAHAN YANG BENAR

Galatia 1 : 11 – 24

 

Pengantar
Perubahan hidup 180 derajat tidak mudah terjadi dan diterima begitu saja, apalagi jika kemudian hadir dalam kehidupan yang dulu berbeda atau ditentangnya, tentu ada bermacam kecurigaan.Tapi apakah perubahan semacam itu tidak mungkin terjadi? Dan Apakah kecurigaan terhadap perubahan hidup seseorang juga ada dalam kehidupan jemaat Kristus? Jadi walau sudah kita ketahui, tapi marilah kita kembali membaca surat Galatia 1 : 11 – 24 dan memperhatikan apa yang TUHAN ubah pada kehidupan Rasul Paulus dan Jemaat Kristus.

Pemahaman

Ayat 11 – 14    :  Mengapa Rasul Paulus menegaskan bahwa Injil yang ia beritakan itu bukanlah injil manusia?

Ayat 15 – 17   :  Kepada siapakah, Injil Kristus diberitakan Rasul Paulus?

Ayat 18 – 24   :  Bagaimana tanggapan Jemaat Kristus di Yudea terhadap Rasul Paulus?

Penegasan Rasul Paulus tentang Injil Kristus yang diberitakan adalah bukan injil manusia dikarenakan ia menerima langsung melalui penyataan TUHAN YESUS kepada dirinya, dan bukan karena diberikan atau diajarkan oleh manusia. Justru dalam kehidupan keagamaan Yahudi, Rasul Paulus adalah seorang yang sangat maju, yang mana segala ajaran ia terima dan pelajari dari para pemuka agama Yahudi (baca: manusia). Penegasan ini penting karena sebelumnya, Rasul Paulus (Saulus) adalah penentang dan penganiaya pengikut Kristus, dan bahwa perjumpaan (penyataan) TUHAN secara pribadi melalui sebuah pengalaman iman akan jauh lebih memiliki dasar kebenaran dibandingkan ajaran apapun dari manusia.

Melalui pengalaman imannya, Rasul Paulus juga mampu melihat pilihan dan panggilan ALLAH atas dirinya, yaitu sejak ia dalam kandungan. dan kini ia diutus memberitakan tentang TUHAN YESUS Kristus di antara bangsa-bangsa bukan Yahudi, karena itu ia tidak ke Yerusalem terlebih dahulu tetapi ke tanah Arab dan dari situ kembali lagi ke Damsyik. Sebuah proses yang dulunya justru akan ia hambat.

Baru tiga tahun kemudian, Rasul Paulus datang ke Yerusalem, dan sekalipun ia hanya dikenal sebagai seseorang yang dahulu penganiaya mereka dan sekarang memberitakan iman, yang pernah hendak dibinasakannya, namun jemaat Kristus di Yudea memuliakan ALLAH karena keberadaan dirinya sekarang. Dengan demikian kita melihat bahwa rencana TUHAN untuk perubahan hidup tidak dapat dihambat atau ditiadakan oleh siapapun.

Refleksi
Marilah kita mengambil waktu hening, dan merenungkan bagaimana perubahan hidup di dalam diri kita? Karena pengalaman iman bersama ALLAH atau karena sebatas ajaran atau pengetahuan manusia. Dan bagaimana sikap kita terhadap orang yang mengalami perubahan hidup?

Tekad
Ya TUHAN, jadikan aku makin membutuhkan proses kehidupan bersama-MU, agar sungguh mengalami perubahan hidup yang benar.

Tindakanku
Mulai hari ini saya akan bersyukur dan memuliakan TUHAN atas setiap perubahan yang benar di sekitar lingkungan saya.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«
Next Post
»