suplemenGKI.com

Rabu, 1 Januari 2020

31/12/2019

“Peserta Janji Allah, Anggota Tubuh Kristus”

Efesus 3:1-7

 

Pengantar
Di awal tahun ini, sebelum kita memulai hidup yang berkarya bagi Tuhan, kita perlu merenungkan alasan mengapa kita semua dapat menjadi anak-anak Allah dan dipercayakan tanggung jawab untuk menjadi berkat bagi sesama. Merenungkan hal yang teramat utama ini dapat menjadi semangat awal untuk melakukan segala tanggung jawab kita kepada Allah. Efesus 3:1-13, yang hari ini hanya akan kita renungkan hingga ayat 7, berbicara tentang bagaimana kehadiran Paulus telah menjadi anugerah bagi jemaat Efesus karena melalui Paulus, anugerah Allah menyelamatkan mereka (ay. 1). Anugerah Allah ini disebut Paulus dengan sebutan berbeda, yaitu “rahasia Kristus” (ay. 4).

Pemahaman

  • Ayat 5a             : Bagaimana keberadaan rahasia Kristus sebelum Kristus hadir?
  • Ayat 5b-6          : Apa isi berita rahasia Kristus?
  • Ayat 3               : Bagaimana rahasia Kristus ini mengubahkan Paulus?
  • Ayat 1, 2, 7       : Setelah Paulus diubahkan, apa tugas dari Tuhan kepadanya?

Sebelum Kristus hadir, benar bahwa rahasia Kristus tidak dimengerti oleh siapapun (ay. 5a). Banyak orang Israel telah menanti rahasia itu dinyatakan kepada mereka semua.

Tetapi, ketika Kristus telah datang ke dalam dunia, rahasia itu terbuka. Salah satu rahasianya adalah keselamatan tidak hanya hadir untuk orang Yahudi, tetapi untuk orang-orang non-Yahudi di seluruh dunia. Janji Allah juga menjadi bagian dari orang-orang non-Yahudi, sekaligus mereka diikutkan masuk menjadi anggota tubuh Kristus (ay. 6).

Rahasia kebenaran ini sungguh-sungguh mengubahkan Paulus secara pribadi (ay. 3). Tentu hal ini mengarah pada kisah pertobatannya lewat perjumpaan pribadi dengan Allah saat hendak pergi ke Damsyik untuk menganiaya umat Tuhan. Setelah mengalami sendiri rahasia kebenaran ini, Paulus dipercayakan Allah tugas untuk menyebarkan Injil kepada orang-orang non Yahudi (ay. 1-2, 7) supaya jemaat Efesus dan bangsa-bangsa lainnya dapat menjadi peserta janji Allah dan anggota tubuh Kristus.

Refleksi
Kesaksian Paulus dalam surat ini seharusnya membuat kita tersadar bahwa karena anugerah Tuhanlah, Injil dapat juga didengar dan mengubahkan kita, orang-orang Indonesia yang memiliki jarak yang sangat jauh dari Israel. Dalam segala upaya dan jerih lelah, Tuhan memakai orang-orang yang terlebih dahulu diselamatkan oleh Injil untuk datang dan mengajarkan Injil kepada kita semua, orang-orang Indonesia supaya kita juga bisa menjadi anak-anak Allah yang merasakan kasih karunia-Nya.

  • Apakah kita masih mensyukuri hal ini? Atau jangan-jangan, kita telah menganggap hal ini biasa saja?
  • Apakah rasa syukur ini yang menjadi alasan utama mengapa kita melayani Tuhan? Atau jangan-jangan, sudah diganti oleh motivasi lain?

Tekadku
Tuhan Yesus, aku mau menyadari bahwa anugerah keselamatan dari-Mu adalah kebaikan terbesar yang pernah aku alami dalam hidupku.

Tindakanku
Hari ini aku mau mengeluarkan puji-pujian dari mulutku kepada Tuhan dan kata-kata yang positif, bukan kata-kata kekuatiran, sungut-sungut, dan yang melemahkan semangat orang lain.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«