suplemenGKI.com

KEGENAPAN KASIH ALLAH

Lukas 1:63-75

 

PENGANTAR
Apa yang paling kita nanti dari suatu janji? Apa yang paling kita tunggu dari suatu harapan?  Lalu  apa yang membuat seseorang penasaran selama penantian?  Semua pertanyaan tersebut bermuara pada satu jawaban, yaitu terwujudnya apa yang pernah dijanjikan itu menjadi sebuah kenyataan.  Apakah perasaan yang sama juga dialami oleh imam Zakharia? Bila benar apa yang mendorong pujian syukur Zakharia?  Mari kita merenungkan! 

PEMAHAMAN

  • Apa yang Zakharia lakukan sebelumnya? (ayat 63, 64)
  • Apa yang menjadi pengakuan Zakharia atas pengalaman kesembuhannya? (ayat 68-69)
  • Pernahkah saudara mengalami kegenapan kasih Allah lalu memberitakannya bagi sekitar agar menjadi berkat?

Setiap orang pasti punya pengalaman membahagiakan yang akan selalu dikenang dalam kehidupannya.  Tidak terkecuali dengan Zakharia yang semula karena ketidakpercayaannya setelah mendengar perihal bahwa istrinya akan mengandung (1:18), sempat mengalami kebisuan.  Imam Zakharia kemudian mengalami secara nyata perwujudan janji Allah melalui Elisabet, istrinya.  Tidak ada pengalaman yang sebanding dan sepenting kegenapan kebaikan kasih Allah melalui kelahiran putranya.  Zakharia menyatakan syukur melalui pujian yang dialaskan pada dua kegenapan kasih Allah di tengah umat-Nya.

Pertama,Ia melawat umat-Nya” (ayat 68a).  Kata “melawat” bermakna Allah datang, melihat dan memastikan apakah manusia dalam keadaan yang baik atau justru bermasalah; sekaligus memastikan hal terbaik apa yang Dia harus lakukan bagi kebaikan manusia.  Dalam hal ini, kata “melawat” sesungguhnya mengarahkan pada maksud soteriologis.  Dengan kata lain, melawat berarti mengunjungi untuk menyelamatkan atau memberi pertolongan kepada umat-Nya.  Kedua, Allah “membawa kelepasan” yang bermakna “melepaskan mereka” atau “membebaskan mereka” dari dosa serta akibat-akibatnya. Dua kebenaran ini merupakan kegenapan kebaikan kasih Allah yang berulang kali disampaikan para nabi yang diutus ditengah-tengah umat-Nya.  Kegenapan kasih Allah menegaskan bahwa Dia konsisten dan tidak lupa dengan janji-Nya.  Menurut waktu dan cara-Nya, Allah  menggenapkan janji mesianis melalui kehadiran Yohanes Pembaptis yang mempersiapkan jalan terlebih dulu.

Bagaimana dengan hari ini dan esok?  Apakah karya keselamatan Allah masih terus bekerja?  Allah tetap sama, selalu hadir di sepanjang perjalanan kehidupan manusia.  Anugerah-Nya melawat manusia berdosa dan melepaskan mereka yang percaya dari belenggu ketidakmampuan berbuat baik.  Hal itu berarti kegenapan kasih Allah, yaitu keselamatan di dalam Yesus Kristus berlaku bagi semua orang yang berkenan percaya kepada-Nya, sampai kapan pun.  Mari memiliki respons seperti imam Zakharia yang menyambut dan mensyukuri karya keselamatan Allah dengan cara menjadi kesaksian bagi siapapun yang mendengarnya.  Kiranya setiap kita sebagai orang percaya menyediakan hidup bagi pemberitaan kegenapan kasih Allah. 

REFLEKSI
Mari merenungkan: setiap orang percaya dipanggil untuk siap sedia menyatakan syukur dan memberitakan keselamatan di dalam Yesus Kristus sebagai kegenapan kasih Allah bagi manusia berdosa. 

TEKADKU
Ya Tuhan, aku mau menyediakan hidupku bagi pemberitaan kasih Allah yang menyelamatkan manusia berdosa.  Tolonglah agar aku mampu mengerjakannya melalui perkataanku setiap hari yang aku mulai bagi anggota keluargaku. 

TINDAKANKU
Hari ini aku mau menghafal Amsal 16:24 “Perkataan yang menyenangkan adalah seperti sarang madu, manis bagi hati dan obat bagi tulang-tulang”.  Ayat ini untuk mengingatkan agar melalui perkataan aku dapat menyatakan kasih-Nya.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«