suplemenGKI.com

Rabu, 1 April 2020

31/03/2020

MENCINTAI KEBENARAN

Matius 22:23-33

 

Pengantar
Jika kita ingin menjadi seseorang dewasa di dalam Tuhan, kita harus belajar mencintai kebenaran. Jika tidak, maka kita akan bisa membuka celah untuk kecurangan dimana si jahat bisa mencuri apa yang seharusnya milik kita. Beberapa orang mengalami kesulitan saat berhadapan dengan kebenaran dan kenyataan. Mereka lebih suka hidup dalam dunia yang diciptakan sendiri, dan pura-pura beberapa hal tidak pernah terjadi. Seperti apa yang dialami oleh orang-orang Saduki. Mereka tidak bisa menerima kebenaran akan adanya kebangkitan orang mati. Mari kita renungkan.

 Pemahaman

  • Ayat 23  : Siapakah orang-orang Saduki?
  • Ayat 24-28: Pertanyaan apakah yang disampaikan orang-orang Saduki kepada Tuhan Yesus?
  • Ayat 29-33: Bagaimana respon Tuhan Yesus? Apakah maksud dari jawaban yang disampaikan Yesus itu?

Orang-orang Saduki adalah orang-orang yang tidak percaya pada kebangkitan. Mereka mendasarkan iman mereka pada Pentateukh (Kelima kitab pertama atau Kejadian sampai Ulangan). Bagi mereka, Pentateukh adalah otoritas tertinggi dalam iman mereka. Mereka mempertahankan keyakinan bahwa di dalam kelima kitab itu, mereka tidak dapat menemukan ajaran tentang kebangkitan.

Dalam perikop ini orang-orang Saduki bertanya kepada Tuhan Yesus melalui cerita tentang perempuan yang menikah lalu suaminya mati. Dasar cerita ini adalah dari kitab Perjanjian Lama yang disebut hukum Levirat (Ulangan 25). Hukum ini digunakan untuk memelihara keturunan orang yang telah meninggal.

Orang Saduki tidak mengerti kebenaran firman Allah. Oleh sebab itu Yesus menjawab dengan tegas “Kamu sesat, sebab kamu tidak mengerti Kitab Suci maupun kuasa Allah!” Kesesatan mereka membuat mereka memiliki pemahaman yang salah. Mereka berpikir ada perkawinan di sorga, sehingga mereka meminta Yesus menjelaskan siapa yang akan menjadi suami dari wanita itu kelak ketika berada di sorga. Mereka membuat cerita ini untuk menunjukkan bahwa ajaran tentang kebangkitan orang mati itu tidak masuk akal. Dengan pemahaman yang salah, mereka juga tidak mengerti kuasa Allah dengan menganggap kebangkitan sebagai sesuatu yang mustahil.

Marilah kita mencintai kebenaran dengan cara belajar kebenaran firman Tuhan, agar tidak disesatkan oleh dunia ini. Dengan belajar firman Tuhan kita akan semakin mengenal siapa Allah kita. Allah yang hidup dan yang berkuasa membangkitkan manusia.

Refleksi
Renungkanlah: Tuhan adalah kebenaran itu sendiri, bukalah diri untuk kebenaran, karena bagi orang percaya, kematian bukanlah akhir dari hidup namun justru merupakan awal dari kehidupan bersama dengan Allah di dalam kekekalan.

Tekadku
Ya Tuhan, tolonglah saya untuk memiliki kerinduan yang mendalam untuk mencintai kebenaran-sehingga saya bisa menjadi saksi kebenaran-Mu dan bisa memuliakan nama-Mu.

Tindakanku
Mulai hari ini, saya akan lebih rutin dan serius dalam belajar Firman Tuhan. Bukan hanya membaca Alkitab saja, tetapi mempelajarinya dan merenungkannya. Sehingga saya bisa semakin mengenal Tuhan dan semakin bisa melakukan apa yang dikehendaki-Nya.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«