suplemenGKI.com

Rabu, 1 Agustus 2018

31/07/2018

KEDEWASAAN DALAM TUHAN

Efesus 4:1-16

Pengantar
Menjadi dewasa adalah sebuah proses yang tidak saja diukur secara lahiriah (makin besar secara fisik atau makin bertambah usia), tetapi juga dalam hal batiniah (kerohanian). Dewasa juga bukan kondisi yang makin memperlihatkan kemampuan diri sendiri (makin mandiri), tetapi justru menjadi orang yang makin mampu melihat adanya sesuatu yang penting dan terutama dalam kehidupan ini. Apakah hal terpenting dan terutama dalam kehidupan orang percaya itu? Apakah ini dapat menjadi ukuran kedewasaan imannya? Mari kita membaca surat 2 Korintus 4 : 4 – 12  untuk melihat nasihat TUHAN melalui Rasul Paulus dan menemukan tidak saja hal kedewasaan hidup orang beriman, tetapi juga hal kepenuhan hidup dalam Kristus.

Pemahaman
Ayat  1 – 10         :  Apa nasihat Rasul Paulus kepada Jemaat di Efesus?
Ayat  11 – 16       :  Bagaimana cara TUHAN memperlengkapi orang-orang kudus?

Rasul Paulus menasihati Jemaat di Efesus agar hidup mereka sebagai orang-orang yang telah dipanggil Kristus berpadanan dengan panggilan itu, yaitu: selalu rendah hati, lemah-lembut, dan sabar serta menunjukkan kasih dalam hal saling membantu. Dan secara khusus agar jemaat hidup memelihara kesatuan roh dalam ikatan damai sejahtera Kristus.

Dan untuk memperlengkapi orang-orang kudus (jemaat Kristus) maka TUHAN yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar, yaitu bagi pekerjaan pelayanan dan pembangunan tubuh Kristus yang rapih tersusun dan diikat menjadi satu oleh pelayanan semua bagiannya, sesuai dengan kadar pekerjaan tiap-tiap anggota, yang menerima pertumbuhannya dan membangun dirinya dalam kasih.

Dengan demikian kita melihat bahwa TUHAN, tidak saja memelihara jasmani kita, tetap juga memelihara batiniah (kerohanian) kita agar bertumbuh dewasa secara penuh dalam kebenaran, yang disebut sebagai hidup dalam kepenuhan Kristus.

Refleksi
Marilah kita mengambil waktu hening sejenak dan merenungkan:

  • Apakah kita telah hidup berpadanan dengan panggilan sebagai milik Kristus?
  • Apakah kita sedia diperlengkapi untuk bertumbuh dewasa dalam kepenuhan Kristus? 

Tekad
Ya ALLAH, aku rindu untuk hidup berpadanan dengan panggilan yang ENGKAU anugerahkan dengan diperlengkapi oleh para utusan-MU.

Tindakanku
Aku akan berupaya untuk berlaku rendah hati, lemah-lembut, dan sabar, serta menunjukkan kasih dalam hal saling membantu.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«