suplemenGKI.com

Rabu , 03 Juli 2013

02/07/2013

Mazmur 66:1-9

BERSANDAR PADA KEKUATAN ALLAH YANG HIDUP

Masihkan ingatkah kita kepada peribahasa lama yang berbunyi: “Lepas dari mulut singa lantas masuk mulut buaya!”  Yang maknanya adalah lolos dari satu bahaya tetapi kemudian masuk dalam kondisi yang tidak kalah bahayanya. Bangsa Israel pernah mengalami peristiwa yang semacam itu. Di depan mereka terbentang laut merah yang luas, yang tidak mungkin disebrangi seketika. Sementara di belakang mereka Firaun dan bala tentaranya mengejar mereka dengan kereta perang yang menderu-deru!

Pemahaman :

  1. Mengapa Pemazmur mengajak bangsa Israel untuk memuliakan Allah?   [ayat 1-5]
  2. Apa yang sudah Allah lakukan bagi bangsa Israel?   [ayat 6-9]

Cerita yang sangat mencekam itu berakhir dengan sangat indah. Laut merah seolah menyibak menyambut mereka dengan ramah, sehingga mereka berjalan di tanah kering! Dan saat seluruh bangsa Israel sudah sampai ke seberang, maka laut merah yang sama menutup dan mengakhiri musuh besar mereka. Firaun dan bala tentaranya terkubur di dasar laut tersebut. Dengan cerita yang sangat tidak biasa itulah pemazmur mencoba mengajak para pendengarnya untuk mengenang kembali dan sekaligus mengucap syukur atas tindakan Allah yang dahsyat tersebut!

Dengan dilatarbelakangi oleh peristiwa itulah kemudian si pemazmur mengajak kepada umat untuk memuji dan memuliakan Allah, yaitu dengan menyembahNya. Hal ini patut dilakukan karena di ayat 5-6, menggambarkan secara riil, bagaimana Allah yang hidup memimpin bangsa Israel keluar dari Mesir, menyeberangi Laut Merah, dan membebaskan mereka dari ancaman bangsa Mesir.  Inilah pengalaman nyata yang membebaskan, yang sekaligus menunjukkan keberadaan Allah yang hidup. Allah yang bukan hanya imajinasi atau khayalan semata. Allah yang dapat diandalkan oleh mereka yang percaya kepadaNya dalam mengarungi kehidupan ini.

Sementara itu di ayat 9 si pemazmur mencoba menjelaskan apa yang terjadi di dalam kehidupan pribadinya. Pengalaman pribadi karena pemazmur mengalami secara nyata karya Allah yang dahsyat dalam kehidupannya. Pengalaman riil ini terjadi ketika umat diselamatkan dari musuh. Pengalaman pribadi ini ditambah penglaman bangsanya yang ajaib menyebabkan si pemazmur dengan semangat yang menggelora mengajak semua orang, bahkan seluruh umat manusia di bumi ini, untuk memuji dan menyembah-Nya! (ayat 1-4).

Refleksi :
Dalam suasana yang tenang dan hening, cobalah kembali mereview hidup Anda. Satu dua hari ini atau satu dua minggu ini. Atau barangkali agak lama sedikit, satu dua bulan ini. Kejadian ajaib apa saja yang sudah Tuhan ijinkan terjadi dalam hidup kita? Sudahkah kita berterima kasih kepada-Nya? Sudahkah kita mempersembahkan sesuatu yang berharga dari hidup kita kepada-Nya sebagai ucapan syukur?

Tekadku :
Tuhan aku tidak berani menjanjikan yang aku tidak bisa berikan, akan tetapi aku belajar memuji-Mu, menyembah-Mu. Aku juga mencoba belajar memberikan waktuku yang berharga bagi-Mu

Tindakanku :
Hari ini sesibuk apapun aku belajar memuji dan menyembah-Mu, ya Tuhan! Sesibuk apapun aku juga belajar menyediakan waktuku untuk melayani-Mu! Sesibuk apapun aku mencoba mengingat atau menuliskan campur tangan-Mu dalam kehidupanku.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«