suplemenGKI.com

Rabu, 18 Agustus 2010
Mazmur 103: 1-8

Pernahkah Saudara melupakan kebaikan TUHAN? Kesulitan dan penderitaan yang menghimpit manusia seringkali membuat manusia lupa kebaikan TUHAN sebaliknya kesuksesan pun bisa membuat manusia lupa kebaikan TUHAN. Jika dalam susah maupun senang manusia mungkin lupa kebaikan TUHAN, lalu apakah yang perlu kita lakukan agar tidak mudah lupa kebaikan TUHAN? Bacaan hari ini akan membantu kita.
Ayat 1 -2         : Mengapa kita dipanggil untuk memuji TUHAN
Ayat 3-4, 6-8 : Apakah wujud kebaikan TUHAN yang dinyatakan dalam ayat-                                 ayat ini?
Ayat 5               : Apa pengaruh kebaikan TUHAN pada manusia?

Renungan

“Pujilah TUHAN hai jiwaku” adalah panggilan bagi diri sendiri untuk memuji TUHAN karena menyadari bahwa segala aspek kehidupan selalu menyatakan kebaikan-kebaikan TUHAN. Kebaikan TUHAN itu digambarkan oleh Pemazmur dengan kata “ mengampuni, menyembuhkan, menebus, memahkotai, memuaskan. Ia memahkotai kita dengan kasih setia dan rahmat. Ia menjalankan keadilan. Pemazmur memberikan bukti-bukti pengasihan TUHAN dan kebaikan TUHAN yang menakjubkan secara umum, yaitu pengampunan-Nya dan perhatian-Nya terhadap makhluk-makhluk yang tak berarti, seperti manusia ini. Kebaikan TUHAN yang disaksikan Pemazmur terkait dengan dengan karya penyelamatan bagi umat-Nya. Kasih setia TUHAN yang diungkapkan Pemazmur juga dialami oleh Musa dan bangsa Israel. Di sepanjang perjalanan hidup, TUHAN adalah penyayang dan pengasih, panjang sabar dan berlimpah kasih setia. Kebaikan TUHAN yang dirasakan umat-Nya sungguh memuaskan sehingga memberikan kekuatan dan semangat dalam hidup ini. Digambarkan oleh Pemazmur gairah dan semangat yang baru itu seperti kekuatan burung rajawali. Rajawali biasanya punya kekuatan besar untuk terbang tinggi dan berani menghadapi tantangan dan kesulitan apa pun.

Pujian kepada ALLAH yang merupakan pujian dari dalam jiwa menggambarkan relasi yang dekat dengan ALLAH. Relasi dengan ALLAH ini harus dikonkretkan dengan menjalankannya. Jika dalam hati kita selalu mengingat dan mensyukuri kebaikan TUHAN maka tidak sulit untuk memuji TUHAN. Dan pujian dari dalam jiwa akan selalu mendorong kita untuk mensyukuri kebaikan TUHAN. Memuji ALLAH berarti menekuk lutut (merendahkan diri dalam penyembahan) dengan rasa hormat terhadap nama-Nya yang kudus dan membuka hati dalam syukur dan puja atas segala kebaikan-Nya. Orang yang selalu ingat dan mensyukuri kebaikan TUHAN akan selalu dapat memuji nama TUHAN dari kedalaman hati dan jiwanya. Sebaliknya orang yang selalu memuji TUHAN dari kedalaman hati dan jiwanya akan terus mengingat dan mensyukuri kasih dan kebaikan TUHAN. Mensyukuri kebaikan TUHAN dan memuji nama-Nya adalah bagaikan dua sisi mata uang yang tak dapat dipisahkan. Orang beriman tak pernah kehabisan kata-kata untuk memuji nama TUHAN. Pujian kepada TUHAN adalah syukur dan kesaksian yang memberitakan kebaikan TUHAN. Tentu ini perlu kita bedakan dengan menyanyi untuk menyalurkan hobby.
Adalah baik setiap hari memuji nama-Nya, dalam suka maupun duka kehidupan ini. Mari memuji: “ Maka jiwaku pun memuji-Mu, sungguh besar Kau ALLAH-ku. Maka jiwakupun memuji-Mu. Sungguh besar Kau ALLAH-ku“

Kasih dan kebaikan TUHAN menyalakan hati dan jiwa untuk memuji nama-Nya. Memuji nama TUHAN membuat kita selalu ingat kebaikan-Nya.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*