suplemenGKI.com

Senin, 20 Desember 2010

Yesaya 63 : 7

Yesaya 63 secara utuh merupakan ungkapan permohonan belas kasihan Tuhan. Tata cara untuk memohon belas kasihan Tuhan, dimulai dengan menyebutkan perbuatan Tuhan terhadap bangsa Israel (ay.7-9). Selanjutnya ungkapan pengakuan dosa (ay. 10-16) dan kemudian mengajukan permohonan belas kasihan kepada Tuhan (ay. 16-19). Jadi, ungkapan “menyebut-nyebut perbuatan kasih setia Tuhan” dalam Yesaya 63:7 sesungguhnya bukanlah sebuah ungkapan dari kondisi yang menggembirakan tetapi ungkapan di tengah keberdosaan dan penyesalan bangsa Israel.
1. Mari perhatikan ayat 1-6. Bagaimana situasi hati Yesaya saat itu?
2. Apakah dampaknya bagi Yesaya ketika mengawali permohonan belas kasihan Tuhan dengan menyebutkan perbuatan kasih setia Tuhan di masa lampau?

Renungan:

Ayat 1-6 mengungkapkan kekecewaan Tuhan terhadap bangsa Israel yang telah mengesampingkan Tuhan. Tuhan berkarya namun umat pilihanNya tidak menjadi rekan sekerjaNya. Ungkapan kekecewaan Tuhan terdapat dalam ayat ke 63:

“Aku memijak-mijak bangsa-bangsa dalam murka-Ku, menghancurkan mereka dalam kehangatan amarah-Ku dan membuat semburan darah mereka mengalir ke tanah”.

Sungguh ayat ini merupakan emosi keprihatinan yang sangat meluap-luap sekaligus menggambarkan betapa parahnya dosa yang dilakukan bangsa Israel terhadap Tuhan.

Yesaya memakai cara yang unik ketika mengajukan permohonan kepada Tuhan. Ia mulai dengan menyebutkan perbuatan Tuhan di masa lampau. Yesaya membongkar segala catatan sejarah dan berusaha menemukan bagaimana perasaan yang timbul ketika Tuhan berkarya secara nyata bagi mereka. Tindakan ini membuat Yesaya menemukan kebaikan Tuhan. Bagi Yesaya “Tuhan itu baik, Tuhan itu dekat dan Tuhan itu sangat bersahabat”.

Bagaimanakah sikap Saudara ketika mengajukan permohonan kepada Tuhan? Sudahkah Saudara mengawali dengan memujiNya? Sudahkah Saudara mengingat segala kebaikanNya dalam hidup ini? Apakah ketika menaikkan permohonan kepada Tuhan, Saudara meyakini bahwa Tuhan sangat baik, dekat dan bersahabat?

“Manusia melangkahkan satu kaki bergerak menemui Tuhan,
tetapi Tuhan sudah lebih dahulu meraih manusia”

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«