suplemenGKI.com

Minggu, 8 Februari 2015

Markus 1:35-39

Pengantar

Seorang ayah yang sudah bekerja menerima tawaran baru untuk bekerja di sebuah perusahaan dengan penghasilan mencapai angka yang sangat fantastis. Namun untuk itu dia harus mengorbankan waktu berkumpul bersama keluarga. Setelah berdiskusi dengan anggota keluarga dan mempertimbangkanbanyak hal, sang ayah memutuskan tidak menerima pekerjaan baru tersebut. Sebagai kepala keluarga dia menyadari bahwa dia memiliki tanggung jawab untuk mencukupkan kebutuhan hidup, tetapi tanggung jawab tidak hanya mencukupkan materi tetapi seorang ayah juga sangat dinantikan kehadirannya oleh anak-anak dan istri di rumah. Itulah yang dikehendaki ALLAH bagi seorang ayah yang ingin melakukan kehendak ALLAH dalam hidupnya.

Pemahaman

  • Ayat 35          : Mengapa Yesus berdoa di tempat yang sunyi dan pagi-pagi benar?
  • Ayat 36-37    : Mengapa Simon dan kawan-kawannya menyusul Yesus?
  • Ayat 38-39    : Mengapa Yesus pergi ke tempat lain dan meninggalkan Kapernaum?

Popularitas Yesus yang terus meningkat di Kapernaum berujung pada konflik/perbedaan antara kehendak orang banyak (orang-orang Kapernaum dan murid-muridNya), dan sikap Yesus mengenai kelanjutan pelayanan-Nya. Bagian ini dimulai dengan adegan Yesus keluar dari rumah Simon dan menuju ke suatu tempat untuk berdoa. Yesus melakukan itu menjelang fajar, menjelang datangnya hari baru. Tempat yang dipilih Yesus untuk berdoa adalah tempat yang sunyi. Untuk berdoa, Yesus memilih waktu dan tempat yang memungkinkan Dia sendirian dan bebas dari gangguan orang lain. Doa Yesus ini memang dapat dianggap sebagai aktivitas rutin, yang merupakan bagian dari keseharian hidup dan pelayanan Yesus. Doa Yesus ini juga merupakan upaya untuk menjawab pergumulan yang sedang dihadapi-Nya saat itu, khususnya yang terkait dengan kelanjutan pelayanan-Nya di Kapernaum.

Simon dan kawan-kawannya mencari-Nya dan memberitahukan bahwa orang-orang Kapernaum mencari-Nya. Istilah mencari yang digunakan di sini berarti berusaha mendapatkan kembali sesuatu yang pernah mereka miliki. Ini memberi kesan bahwa orang-orang Kapernaum menganggap bahwa Yesus adalah milik mereka. Tapi Yesus menolak kembali ke Kapernaum. Yesus justru mengajak murid-murid-Nya pergi ke kota-kota lain di sekitarnya dan memberitakan Injil dan melakukan pelayanan-Nya. Yesus memilih untuk memberitakan Injil di kota-kota lain karena Yesus memahami tugas dan tanggung jawab-Nya, dan hendak melakukannya dengan setia dan konsisten. Bagi kebanyakan orang, popularitas dan rasa aman sering menjadi godaan yang tidak tertahankan. Namun, tidak bagi Yesus. Dia memahami bahwa tugas-Nya yang sesungguhnya tidak dapat dilakukan hanya dengan menetap di Kapernaum.

Refleksi

Ambillah waktu hening sejenak!  Pikirkanlah, bagaimana selama ini anda mengambil keputusan. Apakah lebih memikirkan diri anda sendiri atau mengutamakan TUHAN?

Tekadku

Ya TUHAN, mampukan aku untuk mengutamakan Engkau ketika aku mengambil keputusan di dalam hidupku, baik untuk kehidupanku pribadi, keluargaku maupun di lingkup-lingkup yang lebih luas.

Tindakanku

Hari ini, aku ingin mengutamakan kehendak TUHAN dalam mengambil keputusan.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«