suplemenGKI.com
Pergumulan Perempuan Karir vs Ibu Rumah Tangga

Pergumulan Perempuan Karir vs Ibu Rumah Tangga

Di era informasi teknologi saat ini, setiap orang dewasa pada umumnya pasti bekerja , tidak pandang jenis kelamin, laki-laki atau perempuan. Karena tuntutan hidup di  bidang finansial cukup besar, menurut jajak pendapat di negara maju, pada umumnya laki-laki dewasa  mencari pasangan hidup cenderung menuntut perempuan bekerja sebagai calon pendamping hidupnya. Pergumulan perempuan di jaman maju sekarang ini adalah apakah dia hanya akan menjadi ibu rumah tangga saja atau sekaligus menjadi perempuan karir.

Kita ketahui bahwa seorang ibu rumah tangga adalah seorang perempuan yang telah menikah serta mengurus keperluan dalam rumah tangganya sehari – hari, sedangkan seorang perempuan karir /
a career woman ( menurut Wikipedia ) is an ambitious woman with a self – fulfilling career.( seorang perempuan yang penuh ambisi mengejar pencapaian karirnya sendiri ). Di sini tersirat perempuan karir tidak terlalu perduli dengan keluarga – suami dan anak–anaknya (kalau sudah punya anak) karena baginya karirnya lebih penting,  dan biasanya kantornya terpisah dari rumah tangganya. Perempuan karir mungkin sudah menikah tetapi belum atau belum mau mempunyai anak karena ingin bisa bebas melakukan kegiatan apa saja demi karirnya.Tetapi dengan bertambahnya usia, masalah anak juga harus ikut dipikirkan. Dengan hadirnya anak pasti terjadi pergumulan dengan suami tentang pendelegasian tugas, tentang pendidikan anak . Juga tentang apakah seorang baby sitter bisa mengganti peran seorang ibu ? Bagaimana jika anak lebih dekat kepada baby sitter daripada kepada ibunya seorang  perempuan karir yang waktunya sedikit bagi anak dan keluarganya.

Tugas menjadi seorang  ibu rumah tangga  sudah cukup banyak namun tak jarang karena kekurangan secara finansiil  seorang ibu harus sekaligus menjadi  perempuan karir dan ini sangatlah pelik. Menurut praktisi psikolog Astrid Wiratama ” peran ganda sebagai ibu rumah tangga sekaligus perempuan karir memang tak mudah. Bahkan peran tersebut tidak jarang membuat perempuan menjadi depresi.“   Lanjut Astrid “ parahnya sebagian perempuan depresi tersebut datang dengan macam- macam keluhan fisik. Bila sudah begitu konsultasi dengan psikiater mutlak diperlukan. “
(“Beban ganda bikin depresi”, Jawa Pos 3 November 2012 halaman 44).

Menjadi seorang ibu rumah tangga ataupun perempuan karir adalah pilihan dunia yang bisa membuat depresi tetapi pilihan Alkitab adalah menjadi istri yang cakap / bijak ( Amsal 31 : 10 – 31 ). Istri yang bijak mungkin seorang ibu rumah tangga yang bekerja juga,  namun part timer (secara paruh waktu) karena sebagian besar waktunya dihabiskan di rumah untuk keluarganya. Dia juga mempunyai beberapa pembantu/ anak buah yang bisa meringankan pekerjaannya di rumah. Pilihan Alkitab ini tidak akan menjadikan dia, suami atau anak – anaknya depresi. Tampilan luarnya mungkin bersahaja tetapi dia miliki inner beauty ( kecantikan dalam, yaitu takut akan Tuhan ) ayat 30 sehingga dia menjadi bahan pujian karena kebaikannya diketahui semua orang (mengulurkan tangan kepada yang tertindas dan miskin (ayat 20) membuka mulut dengan hikmat, pengajarannya lemah lembut.(ayat 26)  Ini semua di hasilkan dari hubungan yang akrab dengan Tuhannya: ada mezbah  doa, penyembahan, dan perenungan firman Tuhan tiap- tiap hari. Dia bangun ketika hari masih malam (ayat 12). Walaupun pembantu – pembantunya banyak dan semua tunduk pada perintahnya (ayat 15) namun dia tetap menundukkan diri kepada suaminya sehingga sang suami  harkatnya terangkat.  (ayat 23 : Suaminya di kenal di pintu gerbang, duduk bersama tua – tua negeri ). Karakternya sebagai  istri yang setia ( ayat 12: ia berbuat baik kepada suaminya dan tidak berbuat jahat sepanjang umurnya). Istri yang bijak juga senang bekerja dengan tangannya (ayat 13 ). Ia mengawasi segala perbuatan rumah tangganya (ayat 27 ) dan memenuhi kebutuhan seisi rumahnya. (ayat 21 ) ia tidak takut kepada salju untuk seisi rumahnya karena seluruh isi rumahnya berpakaian rangkap. Sehingga (ayat 28)  anak – anak nya bangun dan menyebutnya berbahagia pula suaminya memuji dia.

Menjadi ibu rumah tangga, perempuan karir atau istri yang cakap/bijak  adalah keputusan pribadi. Bagi penulis sendiri pernah terbesit pergumulan untuk menyelesaikan kuliah S-2 Magister Pendidikan Bahasa Inggris  di Universitas Katholik Widya Mandala –Surabaya, yang tinggal menulis  thesis saja (kuliahnya sudah selesai ) tetapi terhenti sejak suami sakit hingga meninggalnya. Namun kini penulis memutuskan untuk tidak lagi bergumul menjadi  perempuan pandai yang berkarir tapi lebih suka menjadi perempuan bijak yang memperkenankan hati Tuhan.  Karena walau sebagai orang tua tunggal penulis  tetap tidak ingin anak tidak kuliah dan mulai bekerja yang seharusnya merupakan tugas dan tanggung jawab penulis sebagai orangtua. Karena hidup dengan sukacita dan hikmat itu lebih penting daripada memiliki seisi dunia ini tetapi disertai pergumulan yang tiada habis – habisnya. Bagi penulis keluarga adalah mutiara, penulis tidak perlu mencari mutiara yang lain, dan dengan bergandengan tangan dengan keluarga  disertai kuasa Tuhan dan pertolongan Nya yang ajaib pasti sanggup mengatasi segalanya dan menjadi pemenang. Amin

(oleh : Tetty Poedjiastoeti -  Simpatisan GKI Residen Sudirman / Anggota PS  Immanuel  Sektor 11)

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*