suplemenGKI.com

Jumat, 15 Mei 2015

1 Yohanes 5:9-13

Pengantar

Seorang ibu mengatakan kepada anaknya, “Nak, ini mama siapkan makanan buat kamu untuk bekal sekolah”. Ibu yang sangat mengasihi anaknya ini bangun pagi-pagi dan mempersiapkan makanan untuk sarapan dan bekal anaknya ke sekolah demi kesehatan sang buah hati. Anak yang percaya akan maksud mulia dari sang mama terhindar dari makanan yang ‘kurang higienis’ di kompleks sekolah. Berbeda dengan keluarga di atas, di keluarga yang lain si ibu sudah menyiapkan makanan namun anaknya ‘gengsi’ untuk membawa bekal dan lebih memilih untuk jajan di luar. Ketika ibunya memberikan pengertian, si anak ‘tidak percaya’ akan perkataan sang ibu. Hingga pada suatu hari anak itu pulang sekolah dalam keadaan lemas karena sakit perut akibat jajanan. Kisah ini kita memuat dua sikap anak, mau percaya dan tidak mau percaya. Sikap mereka berdampak pada hidup mereka. Pertanyaannya, sudahkah kita percaya dengan segenap hati kita kepada ANAK ALLAH? Mari kita renungkan!

Pemahaman

  • Ayat 9-10       : Mengapa kesaksian ALLAH lebih kuat?
  • Ayat 11-13    : Apa yang disaksikan oleh ALLAH?

Bagian ini memberi catatan bahwa ALLAH menjaga dan melindungi umat-Nya melalui firman TUHAN (kesaksian ALLAH).  Ayat 9 mencatat bahwa kesaksian ALLAH lebih kuat. Kesaksian ALLAH lebih kuat karena kesaksian itu adalah tentang  ANAK-Nya, YESUS KRISTUS, TUHAN kita. Jika seseorang percaya kepada ANAK ALLAH maka ia akan mempunyai kesaksian itu. YESUS-lah kesaksian yang diberikan ALLAH kepada umat-Nya. Hadirnya YESUS, ANAK ALLAH adalah bahwa ALLAH telah mengaruniakan hidup yang kekal kepada manusia dan hidup itu di dalam ANAK-Nya.

Selanjutnya dalam ayat 13 dikatakan bahwa apa yang dituliskan itu bukan tanpa maksud melainkan dimaksudkan supaya kita yang percaya kepada YESUS KRISTUS, tahu bahwa kita memiliki hidup yang kekal. Dengan kata lain, orang yang hidup dalam kebenaran firman tidak mudah goyah atau diombang-ambingkan oleh berbagai hal, baik itu pengajaran yang tidak sehat, tantangan kehidupan, atau ancaman sekalipun.

Refleksi

Bawa diri Saudara pada masa-masa ketika Saudara sedang mengalami kesulitan yang sangat menguras energi. Coba ingat kembali, bagaimana sikap Saudara pada waktu itu! Apakah pada saat itu Saudara percaya bahwa TUHAN akan menolong? Atau Saudara lebih berfokus pada masalah dan kesulitan hidup yang sangat menghimpit? Ketika Saudara berfokus pada masalah yang ada, apa yang terjadi? Lalu ketika Saudara merasa bahwa Saudara tidak kuasa menghadapi masalah itu tanpa TUHAN, apa yang Saudara lakukan? Apakah pada saat-saat itu Saudara pada akhirnya sampai pada sebuah penyerahan total kepada ALLAH dan Saudara percaya bahwa hanya ALLAH yang bisa menolong?

Tekadku

Ya TUHAN, ampuni aku jika aku seringkali ragu akan kuasa dan kasih setia-Mu. Mampukan aku dengan pertolongan ROH KUDUS agar setia di dalam iman percayaku walau masalah berat selalu mengombang-ambingkan imanku.

Tindakanku

Hari ini aku ingin percaya dan setia pada TUHAN yang selalu setia kepadaku dan memberi hidup padaku.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«
Next Post
»